Minggu, 24 Juni 2012

Derawan - pesona dan kekuatan laut yang mempesona - 07-10/06/12

Kekuatan alam memang luar biasa, itulah yang gw rasain ketika terombang-ambing oleh ombak besar, disiram berjuta-juta buliran air hujan dan tiupan angin di tengah laut sepanjang perjalanan Derawan – Tarakan.Entah berapa ratus kali bunyi hantaman ombak ke badan kapal berdentum begitu keras diiringi dengan siraman ombak ke dalam kapal. Suasana tenang namun mencekam, langit sungguh gelap berawan..tidak ada satupun perahu lain yang nampak, sebagian penumpang kapal yang sepenuhnya diisi peserta trip serunya bareng dak’o’can nampak tidur, efek obat anti mabuk yang mereka konsumsi ketika kapal mulai terasa sering bergoyang, sebagian yang masih terjaga (termasuk gw yang ga tidur sama sekali sepanjang jalan) berdiam diri sambil komat-kamit, terus terang gw sendiri mulai membaca doa gaya baim dalam hati….(itu lho doa simple yang isinya : Tuhan tolong erika Tuhan, plus rayuan-rayuan janji-janji berbuat kebaikan dan kebajikan. Hehehe…maaf ya Tuhan, masih ada sebagian janji palsunya di situ :p ) . Hanya kepasrahan dan doa dalam hati yang bisa gw lakuin dan sisanya  gw gantungkan kepada perlindungan Tuhan dan kemahiran nahkoda.

pagi sebelum badai
----------------------------------------000000000----------------------------------------------------

Derawan, nama yang tak asing bagi beberapa orang yang mencintai alam terutama pantai dan laut, tapi mungkin sebagian besar teman-teman akan mengernyitkan dahi bertanya, dimana itu derawan atau bahkan lebih parah lagi…derawan itu apa sih ? hehehe itu yang gw alami ketika temen-temen n ortu gw tau gw mau ke derawan. Hhhhmmm mungkin gw harus sedikit menerangkan (langsung sigap ambil lampu teplok buat digunain sebagai penerang :p ) tentang derawan. Ok.. mari kita ke wikipedia dan tanya mbah google….meluncuuuuuuurrrr
Jreng jreng jreng :
“Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di kepulauan ini terdapat sejumlah obyek wisata bahari menawan, salah satunya Taman Bawah Laut yang diminati wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia.
Kepulauan Derawan memiliki tiga kecamatan yaitu, Pulau Derawan, Maratua, dan Biduk Biduk, Berau.
Sedikitnya ada empat pulau yang terkenal di kepulauan tersebut, yakni Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki, dan Kakaban yang ditinggali satwa langka penyu hijau dan penyu sisik.
Secara geografis, terletak di semenanjung utara perairan laut Kabupaten Berau yang terdiri dari beberapa pulau yaitu Pulau Panjang, Pulau Raburabu, Pulau Samama, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Nabuko, Pulau Maratua dan Pulau Derawan serta beberapa gosong karang seperti gosong Muaras, gosong Pinaka, gosong Buliulin, gosong Masimbung, dan gosong Tababinga.
Di Kepulauan Derawan terdapat beberapa ekosistem pesisir dan pulau kecil yang sangat penting yaitu terumbu karang, padang lamun dan hutan bakau (hutan mangrove). Selain itu banyak spesies yang dilindungi berada di Kepulauan Derawan seperti penyu hijau, penyu sisik, paus, lumba-lumba, kima, ketam kelapa, duyung, ikan barakuda dan beberapa spesies lainnya.
Kepulauan Derawan telah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2005.” Dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Derawan
Ya itulah derawan..sedangkan gw sendiri niat ke derawan adalah melihat pari manta, ubur-ubur kakaban dan penyu-penyu itu. Sayangnya…hewan pertama yang disebut, tak menampakan batang ekornya (soalnya hidungnya kalah panjang sama ekornya, jd lebih pas disebut batang ekornya) tapi jangan kecewa dulu para pemirsa karena nanti dalam cerita ini gw mendapatkan banyak bonus yang ga diduga sebelumnya….  Yu mari kita saksikan ceritanya (prasaan dari tadi udah ngalor ngidul tapi intinya belum nongol juga)
---------------------------------------------------000000000-----------------------------------------
1st day  07 Juni 2012 : Jakarta – Tarakan ( Hutan mangrove di kota Tarakan)
Subuh yang gerah, keringat bercucuran…bukan karena suhu yang panas tapi karena waktu yang mepet.. ya hari ini kami berniat berangkat dengan pesawat sriwijaya menuju Tarakan dengan jam keberangkatan 06:10 tapi pukul 05:40 kami masih berkutat check in… hampir 45 menit kami berdiri di antrian ini, lamaaaaa sekali…mungkin karena kami ber-16 orang..seharusnya kami ber-19 tapi 1 peserta sakit, 1 dari yogya dan 1 sudah berhasil meloloskan diri :p  Setelah menunaikan kewajiban yang nyaris telat, akhirnya kita berhasil duduk manis di pesawat tepat pukul 06:15 (telat kan tuh pesawat). Dan ternyata….penerbangan delay 1 jam…heeeeh ? apa pula..terkurung dalam pesawat…but anyway….penerbangan cukup smooth…1 jam 50 menit JakartaBalikPapan. Di Balik papan kembali kita harus merasakan terkurung di pesawat, 15 menit transit… hhhmm tapi kali ini cukup heboh…kita yg ber-17 membuat isi pesawat heboh dengan keributan memperebutkan makanan…duduk kita yang berjauhan sungguh mendukung hal itu… 15 menit itupun kami isi dengan melampiaskan kenarsisan kita…foto fotoooooo….

Perjalanan Balikpapan – Tarakan ternyata memang tepat 50 menit perjalanan…di sana kita kembali menunggu tas-tas kita yang masuk bagasi (gaya pada pake bagasi padahal Cuma 1 tas gendong aja…wkwkwk). Selesai dengan perkara perbagasian, kita langsung menuju tujuan pertama kita, yaitu hutan mangrove…hutan bakau yang terletak di kota tarakan…. Hutan yang cukup rimbun, hawa yang di luar cukup panas ternyata setelah kita memasuki hutan terasa lebih sejuk, jalan untuk pengunjung yang terbuat dari jembatan kayu menambah dingin suasana…cukup nyaman n cukup membuat ngantuk….suara makhluk-makhluk kecil penghuni hutan bergantian menghibur kita. Di sini kita bisa melihat 2 ekor kera sejenis lutung yang tinggal dalam kurungan, begitu juga beberapa elang laut…. Kandangnya berlumut…mungkin karena lembab… tapi nampaknya binatang tersebut cukup sehat. Konon katanya sih ada bekantan di sini…tapi puter-puter, itu bau-bau bekantan pun ga muncul, adanya bau-bau manusia pejantan tak mandi akibat ngejar pesawaat pagi. Namun hati tak kecewa karena di hutan itu kita bisa lihat rumah kepiting n binatang-binatang kecil lainnya. Plus tempatnya cukup ok untuk foto-foto. O ya, untuk teman-teman yang belum sempet ambil uang, kalian jangan khawatir karena di bandara sendiri ada 1 atm mandiri dan 1 atm bri. Dan di kota pun ada atm bca dan bii. Jadi tenang lah…tapi jangan berharap nemu atm di derawan ya…
1 Jam sebenarnya tak cukup untuk explore namun kita harus menempuh perjalanan cukup jauh setelah ini…kemana lagi klu bukan ke pulau derawan…yang harus ditempuh selama 3-3,5 jam via laut dengan memakai speedboat.

Setelah karet mengaret karena perkara transfer mentransfer n ambil mengambil uang di ATM akhirnya jam 3 sore kita berangkat dari pelabuhan ke Derawan. Suasana pelabuhan sendiri cukup ramai, padahal ini bukan pelabuhan utama…hanya untuk pelabuhan penumpang dengan kapal kecil dan sedang saja. Banyak orang berseliweran dengan barang bawaannya. Hhhmm sempet teringat akan kabar perompak sepanjang laut Tarakan – Derawan… bakal seru untuk jadi bahan cerita ke temen-temen yang ga join acara tapi serem juga karena pasti bikin gw n temen-temen melarat mendadak, jadi berdoalah dalam hati semoga semua lancar.

3 Jam perjalanan…akhirnya kita sampai… disambut jembatan dermaga kayu yang panjang dengan kanan kiri pantai landai yang indah dengan air yang sangat bening…alam pun seperti ikut menyambut kita dengan teriknya matahari, ikan hias yang berenang-renang dan….seekor penyu menampakan dirinya sedang berenang-renang di dasar laut yang dangkal…bergerak-gerak lambat… sambutan yang sungguh meriah… Slamat datang di pulau Derawan….

Rabu, 28 Maret 2012

Trip kepepet yogya - baluran - papuma - yogya (3) tamat

HARI 3 + 4
Jam 19.14 tuh bus jurusan jember - yogya langsung tancep begitu kita naik, niat untuk mesra-mesraan di bus berduaan Gemy gagal total…ternyata kursi b-2an telah penuh…hhhmmm mau ga mau maen three some :p cari lawan yang imbang, tapi ga nemu…ya udahlah pilih yang sama kakek-kakek aja, dengan pemikiran…kakek2 cepet tidur jadi ga bakal bawel or kecentilan nanya2 (trauma bus psr.rebo – bakauheuni, diwawancara peminat…terus peminat pertama turun eh ditatap manja penuh kemesuman sama cowo slanjutnya…hadeeuuuhh….seyeemmm). Meringkel-ringkel di bus, terantuk-antuk di kursi tengah…mw nyender di bahu si kakek…ko takut juga…tar bisa-bisa berlanjut ke romansa cinta. Nah pas entah dimana ada kursi 2 yang kosong…nyangkutlah kita di situ… *lupa mulu gw harus nyebut biayanya*, pokoknya @Rp. 72.000 kita bisa nikmatin bus AC jember (Tawangan) – Yogya (Tawangan) n di tengah jalan ada istirahat 1x, Gemy sih turun cari makan n colokan (gemy g bisa bertahan hidup tanpa twitter-an.wkwkwk), gw sih ngeringkel aja…malas..n cm mesen roti keju yg ga taunya isinya nenas. Halaaahhh…. O ya, sebelum berangkat kita juga udah janjian sm ayank ponde kita yang kali ini berperan sebagai teman siaga, untuk jemput kita di yogya :p *ajas mamfaat banget kita kali ini…kecup2 kening, pipi kanan kiri deh buat ponde atas kesediaannya nganterin kita, ayank top banget deh :p *

ini foto ponde lagi mesra2an sm gemy di bawah payung pantai..hiks... :( 

Jam 6 pagi kurang ternyata kita udah sampe di Giwangan, padahal gw minta jemput jam 7, akhirnya daripada bengong…mandilah kita di terminal…hehehe…biar mandi yang penting baju tetep yang kemaren (motto yg aneh). Seperti biasa sebagai pecinta handphone sejati, habis mandi, kita cari colokan…nunggu ayank yg ga muncul-muncul, akhirnya gw ngopi deh di warung tempat nyolok…jam 7 gw telp lagi ayank, tp gagal eh akhirnya dia yg telp…n seperti dugaan gw n para wanita pada umumnya….cowo slalu bangun telat..n dugaan tepat sekali, katanya dia habis begadang.  Jam 8 baru kita dijemput.. sayangnya kali ini tubuh gw tidak bergetar seperti pertemuan pertama…Cuma aga ser-seran aja lihat dia yg mengkilap sedangkan kita butek. Hahaha maluuuuu….

hiks...itu mereka lagi...gw cm jadi juru foto

Setelah pertemuan yang melancarkan aliran darah itu, akhirnya kita mutusin buat ke pantai di sekitar Gunung kidul, berhubung waktu kita ga banyak, ya sutralah kita pilih satu pantai aja, Pantai krakal. Pantai Krakal sungguh dahsyat ombaknya, ditambah teriknya matahari, bikin Ponde mengkerut n lari-lari nyari tempat berteduh terus. Klu gw  n Gemy yg emang udah butek dari lahir, cuek aja lari-lari panas2an…toh gw jg aga ngeri klu gw mengkilat, bakal banyak para penggemar ngejar2 gw yang bikin gw jadi sulit bergerak *halasan !! padahal sih emang g bisa mengkilat gw kcuali klu dilaminating*
Transport kali ini gratis..tis..tis..cm bayar ongkos masuk aja yg gw lupa tulis juga :p  di situ kita cm minum air kelapa n bergegas balik ke kota skitar jam 2an. Hihihihi gw ultah tgl 23 jadi ditodong traktiran… hp gw mati 2 2nya padahal ada 1 teman backpacker yg pengen gw temuin..tapi sutralah… menujulah kita ke kepala ikan mas Agus yang terletak di yogya kota deket sama paparons pizza, hhhmm makan b3 Cuma 80rban…padahal makan kita banyak.. yogya emang murahhh…enak lagi.

ombaknya yang bergulung-gulung

Setelah makan, akhirnya perpisahan sama ponde harus terjadi juga, sebenernya sih gw pengeeeen banget bungkus ponde buat ngemil di rumah, tapi apa daya…ponde itu manusia, jadi ga boleh dibungkus-bungkus. Kita turun di malioboro, berburu oleh-oleh buat keluarga di rumah (backpacking ko pake oleh-oleh?! hehehe ini mah terjadi karena Gemy mau nyuap nyokapnya…hihihi disuruh balik ke rumahnya, biar aga enakan…dia bawain dah oleh-oleh). Habis dari malioboro, kita langsung ke stasiun lempuyangan, naik becak yang ada motornya Rp.15.000 (kata Ponde sih harusnya Rp.12.000, tp tak apalah), jam 17.30 kita dah nangkring di stasiun, mandi lagi deh di toilet stasiun (rajin mandi tapi ga rajin ganti baju ni kita), meski tuh toilet ditulis gratis, tapi kita tetep bayar juga..toh yg lain jg gitu.. ikutin aja lah.

buteknya diriku..tapi pancaran pesonanya masih tak tertahankan :p

Jam 18.02 datanglah tuh kereta Bengawan….dan bergegaslah kita pulang…. Jakarta here we cooooommee (eh tiketnya kita beli via calo 5-3 sebelum tgl 22 itu Rp.50rb, harga asli sih ga segitu, tapi namanya libur panjang, saatnya para calo berpenghasilan lebih…relakan sajaaaa, yg penting happy).
Dan sampailah kita di Jakarta jam 04.21 hehehe…sampe di Jakarta maka selesai sudah cerita gw…lanjut ngantor tanpa mandi n ganti baju…horree gw…*eh gw kerja di daerah cicurug – sukabumi, jadi jangan bilang gw malas mandi ya…tapi ga sempet..karena masuk kerja gw jam 8 (ini adalah pembelaan diri)* sekian dan terima kasih.
Merdeka !!


Trip kepepet yogya - baluran - papuma - yogya (2)

(Lanjut lagi…mumpung ada waktu 15 menit sebelum istirahat)

Hari 2 - 3
Kita pun mendamparkan diri di penginapan Bekol karena penginapan di Bama dah penuh. Sebenernya klu musim hujan ini (baluran jadi hijau) menurut gw sih lebih enak nginep di Bama, karena pemandangan pantainya dan di sana lebih gampang cari makan n listrik 24 jam pula tapi yaa pasrah aja lah..orang kita ga booking2an dlu, g ada iten jg..smua go show aja… karena ini memang trip kepepet ngasal, tadinya Cuma mau main di yogya tapi berasa sayang waktu jadi akhirnya melipir ke Baluran. Kita ambil 1 kamar dengan 2 tempat tidur (sayangnya ga gw foto) cukup memuaskan lah untuk harga Rp.35.000/orang. Gemy nampaknya ngantuk, jadi dia tertidur..sementara gw yg merasa kegerahan dah bawel-bawel aja ngajak jalan..akhirnya jam 1an kita jalan ke Bama. Kata petugasnya itu bekol – bama berjarak 3km tapi ko menurut gw jauh banget…

Di jalan kita sempet ngelihat segerombolan rusa dari jauh…hehehe difoto sih difoto sayangnya kamera gw ga berlensa tele…hiks..jadi g jelas lah..  Ke-oon-an kita emang susah dihilangkan, di jalan baru sadar klu kita ga bawa air minum…berhaus-hauslah kita.
1 Jam perjalanan pake kaki (coba klu pake tangan, pasti lebih lama), akhirnya nyampe juga…hhhhmmm mendung ternyata… pantainya sih menurut gw biasa aja… pasir putih, lautan tenang…cocok klu mw mandi-mandi n basah-basahan. Katanya klu snorkeling aga ketengahan, terumbu karangnya bagus..n sayang banget gw ga bawa perlengkapan snorkeling n baju mandi gw di trip kali ini. Sempet ketemu bule ganteng tapi dibarengi dengan monyet super galak, bikin gw jadi ilang mood buat kenalan. Di sini setelah foto-foto (gemy bener2 hobby banget difoto ni di trip kali ini, jangan2 jiwa foto modelnya telah bangkit) akhirnya makan deh… makan di sini ngabisin Rp.50.000 untuk nasi goreng (ini menu gw), soto (lagi n lagi n lagi buat gemy), teh panas and air mineral plus 2 soft drink kalengan n 2 popmie. Ni pop mie sengaja kita beli takut kelaparan malam or untuk sarapan pagi. Nunggu sunset tapi ternyata cuaca mendung, batal lah jadinya…niat balik pun tertunda karena ternyata hujan. Ngobrol2 di luar warung makan, ternyata kita dah buat seorang ibu terpesona oleh tindakan kita yang jalan cm berdua dari bekol ke bama, akhirnya dia cerita ke suaminya…jadilah kita bagai superstar dengan para penggemarnya. O ya, di sini kita sempet kenalan dengan Pak Anang yang udah sekitar 15an tahun ngebackpack…. Akhirnya hujan lumayan reda (tapi di jalan tuh hujan gede lagi), kali ini kita balik pake motor, 1 ojek n 1 petugas baluran (Pak Yuda ) yang udah berbaik hati antar kita. Hehehe jadi 1 motor gratis,  (biaya 15rb/orang).
masukin foto gemy sang foto model aaahh...


Kelelahan karena emang belum nemu kasur dari kamis, akhirnya kita terjungkal entah jam berapa...jam 4.30 gw dah bangun…stelah melakukan kewajiban, gw n gemy memutuskan untuk jalan berburu sunrise, kebodohan kembali terjadi… kita ga tw di mana yang sunrisenya bagus. Akhirnya setelah asal-asalan memutuskan untuk jalan ke arah gerbang baluran…. Matahari muncul…dah ternyataaaaa…..kita salah arah. Sunrise bagus di pantai bama, bergegas kita ganti haluan…tapi semua terlambat, jadilah kita foto sunrise dari jauh. Hihihi sempet ngedenger suara babi yg ber-ngok2-an deket kita tapi ujudnya ga kliatan..gw penasaran tapi gemy ngelarang karena takut diseruduk. Akhirnya kita balik lagi deh ke penginapan buat siap2 jalan balik n menuju papuma. O ya, di jalan kita sempet denger suara merak n ayam hutan tapi semua hanya suara karena perwujudan ga kliatan. Hanya monyet, ayam hutan dan burung perkutut aja yang sering kita temui.

Baluran – Papuma

Sebelum berangkat kita sempet naik ke menara pandang, n ternyata ketemu beberapa backpacker dari Jakarta juga.Pemandangan dari atas sungguh indah, sayangnya suasana ala Afrikanya ga dapet karena semua serba hijau. Setelah melakukan pembayaran, giliran gemy telp Pak Sukadi buat jemput, akhirnya si Bapak muncul, diantarlah kita sampe gerbang. Kita nampaknya lagi beruntung, begitu sampe di gerbang jam 8:45 , eh tuh bus mikro jurusan situbondo muncul, naiklah kita…hehehe kita cm bayar Rp.19.000 berdua (harusnya Rp.20.000).  di Situbondo jam udah nunjukin pukul 10an. Makanlah kita (hhgghh jam makan yang aneh) di ruko yang bersih… hhhmm harga makanannya murah pula. Gemy kembali pesan soto (lagi) dan kali ini gw ikut2an nyoto karena bakso belum jadi..tapi minumnya gw coba Joshua (kayanya extra jo** campur susu gtu deh, segeeerrrr) sedangkan gemy minum teh botolan.. Cuma habis Rp.19.000. setelah makan, kita niatan ambil duit karena duit kita total Cuma Rp.300.000 lagi, tapi pas menuju atm ternyata bus jurusan situbondo – Arjo Sari keluar terminal, naiklah kita dengan terburu-buru. Gemy mutusin duduk di depan, hehehe gw sih seneng banget, secara lega buat kaki gw. Jadilah kita berkenalan dengan bapak supir bis ini, Bapak Surahma namanya..umur sekitar 50-60an…yang bercerita pengalamannya semasa muda di Jakarta. Bapak inilah yang kemudian menolong kita di Arjo Sari, mencarikan ojek yang murah dan aman. Makasih ya pak,.serasa ada orang tua angkat wlu cm sesaat. Biaya bus dari Situbondo – Arjo sari @Rp.22.000 n waktu yang ditempuh adalah 2 jam 10 menit (berhenti 1 kali di sebuah terminal kecil)

ini ni baluran dari atas 

Sebenarnya untuk menuju papuma kita harus naik 2 kali angkot yaitu naik lin o dari arjo sari ke ajung kemudian nyambung angkot ke ambulu.. nah dari Ambulu ke Papuma ga ada lagi angkutan jadi harus naik ojek yang pp-nya skitar Rp.60.000. Berkat Bapak Surahma kita hanya bayar Rp.75.000/orang pp n ditunggu pula dari mulai Arjosari sampai Papuma, hemat n cepat :D

Perjalanan Arjosari – Papuma dengan ojek berkecepatan tinggi memakan waktu 1 jam 20 menit. Pantat yang berasa rata n tangan yang berasa kesemutan dibalas tuntas dengan pemandangannya…. Ga bisa lah gw ungkapin indahnya…cukup pada lihat aja ni foto-fotonya. Eh iya, masuk papuma kita harus bayar Rp.14.000 ber-2 (klu ga salah, lupa gw nyatetnya) terus bayar lagi parkiran Rp.4000 ber-2.

Makan seafood terus nyambung foto sunset, akhirnya karena mendung, kita balik jam 17.50, langsung ke terminal Tawangan (ini terminal kabupaten jember, klu Arjo Sari terminal tingkat kecamatan), jam 7an kita udah nyampe, nyempet2in sholat yang kemudian jadi bahan goda2an preman n calo terminal di situ. Hadeuuuhhh…

sambutan pemandangan pertama
hantaman ombak dan awan
dibalik karang

suntet eh sunset
pemancing itu buat gw terpesona
dibalik pohon itu

n klu mood, nti nyambung lagi dari papuma balik ke yogya n nerus k rmh masing2 :p

Selasa, 27 Maret 2012

Trip kepepet yogya - baluran - papuma - yogya ( 1 )

Hari I + II Jakarta – Yogya - Baluran

Jam sudah menunjukan pukul 14.20 tanggal 22 Maret 2012  n gw udah duduk rapi di pesawat AirAsia Jakarta – Yogya. Senang banget waktu lihat sekeliling tempat, kursinya telah terisi penuh tapi tempat duduk satu barisan gw kosong. Bdoa gw dalam hati “Mudah-mudahan g ada yg datang lagi…mudah2an kursi itu tetep kosong….n pokoknya, stelah lepas landas gw mw pindah ke pojok dekat jendela”. Namun doa tak terkabul, malang g bisa ditolak (sebenernya sih malang ada di jawa timur ), datanglah sepasang kekasih…halah #tepok jidat, cwo bule n cwe indonesia…. Dan penderitaanpun dimulai…itu acara cipok-cipokan beberapa kali dilakukan…batiiiiiin…..ngiriiii…masa gw harus cipok-cipokan sama jok kursi gw sih ?!  pake kata-kata sayang n cinta…. Hhhggghhh perjalanan 45 menit ini terasa menyiksa kalbu….ngiriiiii…pengen cipok2an sama vin dissel :p  Pokoknya tuh penerbangan yang banyak ajrut-ajrutannya bener-bener berasa lama…

Singkatnya (susah gw certain cipok-cipokan secara gw mw cerita perjalanan bukan cerita film dewasa  :P) sampailah gw di yogya… clingukan bingung…sambil pengen nyanyi lagu ayu ting ting yang dimana-dimana itu…eh si ayank telp…. Ayank ponde (sebenernya bkn cwo gw, cm temen…tapi ayank2an ama temen kan gpp…slama dia bukan barang haram :p)  cwo lombok yang kuliah di yogya itu dah janji mw jemput gw, telp nanya dimana gw…setelah terjadi kesalah pahaman titik penjemputan di bandara, akhirnya bertemulah kita. Tubuh gw bergetar bagaikan kena goyang vibrator penyanyi dangdut, itu si ayank manis datang menjemput…sayang goyangan yg gw kira akibat getar hati itu ternyata hanya getaran akibat telp gw yang satu lagi bunyi, ternyata dari kantor…. Nanya soal pph. Adeuuuh pekerjaan emang slalu mengejar. Akhirnya setelah gw menclok di mobilnya…kita pun berputar-putar cari terminal giwangan untuk jemput gemy yang berangkat via kereta ke kutoharjo terus nyambung bus ke yogya. Sayangnya perkiraan asal2an temen2 bbm n whatsapp group soal modus nyasar putar2 untuk penggerayangan itu salah BESAR, gw ga digerayangin…wuaaaaa daku sedih….padahal gw dah siap2 n bersedia (wkwkwkwk).

Akhirnya gemy datang juga..datang dengan kata-kata pengen makan, jadi kita pun makan di terminal ber-3 dengan menu soto, rawon, nasi campur plus minuman yg berupa soft drink, teh manis n jeruk panas yg ngabisin dana Rp.53.000 … sebenernya gemy minta mandi tapi karena kita mengejar bus ke Probolinggo yang berangkat terakhir jam 7 malam, acara gemy ditunda….meskipun gemy ngeluh karena belum mandi dari hari rabu (pantesan banyak lalat keliaran di sekelilingnya..hahaha). Setelah habis2an merayu ponde untuk ikut tapi dia tolak karena ada janji dengan teman jepangnya, kita naik Bus Mila jurusan yogya - banyuwangi dengan tarif @ Rp.58.000 yang mengantar kita berdua. Karena itu bus terakhir, kita ga punya kesempatan untuk memilih jalur, ternyata bus yang kita naiki ga melewati Batangan, jadilah kita terdampar di terminal probolinggo jam 3.30 pagi. Kelayapan di terminal jam segitu, akhirnya kita mutusin cari masjid untuk mandi n sholat subuh. Hehehe mungkin karena aroma kita yang sungguh menggoda, tiba-tiba di belakang kita ada bapak-bapak yang menuju mushola besar itu sambil bilang “kamar mandi di sebelah sana”. Wkwkwk…pengertian sekali bapak itu…kita pun menuju kamar mandi n mandi dengan aga malu-malu..maklum takut kedengeran ngabisin airnya.

Setelah acara bersih-bersih, kita balik ke terminal, nyari tempat makan (gemy ngeluh lapar lagi, hadeuuuhh perutnya ni), plus nyari tempat nyolok hp. Nongkrong di warung sambil makan soto (Rp.31.000), nyolok gadget, n nunggu panggilan alam sampe jam 8an kurang. Naiklah kita bus jurusan Probolinggo – batangan (situbondo) dengan bayar 48.000 b2 kita pun sampe. Hehehe gw terpesona sama pengamen di bus ini..suaranya nyantai, musiknya ok…hadeeuuuhh pengen ngerekam tapi malu nyamperin. Sampe Jam 11 depan gerbang baluran, giliran gw yang berasa lapar…. N kali ini gw makan habis makanannya… cm 20rb untuk makan b2, kopi, teh manis plus 1 aqua besar. Murah euy…
Basa-basi yang lamaaaa banget sama petugas penjaga di baluran, jam 12an kita naik ke bekol. Hehehe atas kebaikan hati Pak Sukadi, kita berdua naik mobil dengan hanya membayar Rp.50.000 padahal klu pake motor aja berdua harusnya 60.000 :p n klu mobil harusnya sewa penuh. Makasih ya pak…cipok jauh ya pak.

(lanjutan kisah di baluran, nanti klu gw mood nulis lagi, n gambarnya emang rada g nyambung..krna gw emang g foto2 wktu acara cipok2an)