Minggu, 24 Juni 2012

Derawan - pesona dan kekuatan laut yang mempesona - 07-10/06/12

Kekuatan alam memang luar biasa, itulah yang gw rasain ketika terombang-ambing oleh ombak besar, disiram berjuta-juta buliran air hujan dan tiupan angin di tengah laut sepanjang perjalanan Derawan – Tarakan.Entah berapa ratus kali bunyi hantaman ombak ke badan kapal berdentum begitu keras diiringi dengan siraman ombak ke dalam kapal. Suasana tenang namun mencekam, langit sungguh gelap berawan..tidak ada satupun perahu lain yang nampak, sebagian penumpang kapal yang sepenuhnya diisi peserta trip serunya bareng dak’o’can nampak tidur, efek obat anti mabuk yang mereka konsumsi ketika kapal mulai terasa sering bergoyang, sebagian yang masih terjaga (termasuk gw yang ga tidur sama sekali sepanjang jalan) berdiam diri sambil komat-kamit, terus terang gw sendiri mulai membaca doa gaya baim dalam hati….(itu lho doa simple yang isinya : Tuhan tolong erika Tuhan, plus rayuan-rayuan janji-janji berbuat kebaikan dan kebajikan. Hehehe…maaf ya Tuhan, masih ada sebagian janji palsunya di situ :p ) . Hanya kepasrahan dan doa dalam hati yang bisa gw lakuin dan sisanya  gw gantungkan kepada perlindungan Tuhan dan kemahiran nahkoda.

pagi sebelum badai
----------------------------------------000000000----------------------------------------------------

Derawan, nama yang tak asing bagi beberapa orang yang mencintai alam terutama pantai dan laut, tapi mungkin sebagian besar teman-teman akan mengernyitkan dahi bertanya, dimana itu derawan atau bahkan lebih parah lagi…derawan itu apa sih ? hehehe itu yang gw alami ketika temen-temen n ortu gw tau gw mau ke derawan. Hhhhmmm mungkin gw harus sedikit menerangkan (langsung sigap ambil lampu teplok buat digunain sebagai penerang :p ) tentang derawan. Ok.. mari kita ke wikipedia dan tanya mbah google….meluncuuuuuuurrrr
Jreng jreng jreng :
“Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di kepulauan ini terdapat sejumlah obyek wisata bahari menawan, salah satunya Taman Bawah Laut yang diminati wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia.
Kepulauan Derawan memiliki tiga kecamatan yaitu, Pulau Derawan, Maratua, dan Biduk Biduk, Berau.
Sedikitnya ada empat pulau yang terkenal di kepulauan tersebut, yakni Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki, dan Kakaban yang ditinggali satwa langka penyu hijau dan penyu sisik.
Secara geografis, terletak di semenanjung utara perairan laut Kabupaten Berau yang terdiri dari beberapa pulau yaitu Pulau Panjang, Pulau Raburabu, Pulau Samama, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Nabuko, Pulau Maratua dan Pulau Derawan serta beberapa gosong karang seperti gosong Muaras, gosong Pinaka, gosong Buliulin, gosong Masimbung, dan gosong Tababinga.
Di Kepulauan Derawan terdapat beberapa ekosistem pesisir dan pulau kecil yang sangat penting yaitu terumbu karang, padang lamun dan hutan bakau (hutan mangrove). Selain itu banyak spesies yang dilindungi berada di Kepulauan Derawan seperti penyu hijau, penyu sisik, paus, lumba-lumba, kima, ketam kelapa, duyung, ikan barakuda dan beberapa spesies lainnya.
Kepulauan Derawan telah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2005.” Dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Derawan
Ya itulah derawan..sedangkan gw sendiri niat ke derawan adalah melihat pari manta, ubur-ubur kakaban dan penyu-penyu itu. Sayangnya…hewan pertama yang disebut, tak menampakan batang ekornya (soalnya hidungnya kalah panjang sama ekornya, jd lebih pas disebut batang ekornya) tapi jangan kecewa dulu para pemirsa karena nanti dalam cerita ini gw mendapatkan banyak bonus yang ga diduga sebelumnya….  Yu mari kita saksikan ceritanya (prasaan dari tadi udah ngalor ngidul tapi intinya belum nongol juga)
---------------------------------------------------000000000-----------------------------------------
1st day  07 Juni 2012 : Jakarta – Tarakan ( Hutan mangrove di kota Tarakan)
Subuh yang gerah, keringat bercucuran…bukan karena suhu yang panas tapi karena waktu yang mepet.. ya hari ini kami berniat berangkat dengan pesawat sriwijaya menuju Tarakan dengan jam keberangkatan 06:10 tapi pukul 05:40 kami masih berkutat check in… hampir 45 menit kami berdiri di antrian ini, lamaaaaa sekali…mungkin karena kami ber-16 orang..seharusnya kami ber-19 tapi 1 peserta sakit, 1 dari yogya dan 1 sudah berhasil meloloskan diri :p  Setelah menunaikan kewajiban yang nyaris telat, akhirnya kita berhasil duduk manis di pesawat tepat pukul 06:15 (telat kan tuh pesawat). Dan ternyata….penerbangan delay 1 jam…heeeeh ? apa pula..terkurung dalam pesawat…but anyway….penerbangan cukup smooth…1 jam 50 menit JakartaBalikPapan. Di Balik papan kembali kita harus merasakan terkurung di pesawat, 15 menit transit… hhhmm tapi kali ini cukup heboh…kita yg ber-17 membuat isi pesawat heboh dengan keributan memperebutkan makanan…duduk kita yang berjauhan sungguh mendukung hal itu… 15 menit itupun kami isi dengan melampiaskan kenarsisan kita…foto fotoooooo….

Perjalanan Balikpapan – Tarakan ternyata memang tepat 50 menit perjalanan…di sana kita kembali menunggu tas-tas kita yang masuk bagasi (gaya pada pake bagasi padahal Cuma 1 tas gendong aja…wkwkwk). Selesai dengan perkara perbagasian, kita langsung menuju tujuan pertama kita, yaitu hutan mangrove…hutan bakau yang terletak di kota tarakan…. Hutan yang cukup rimbun, hawa yang di luar cukup panas ternyata setelah kita memasuki hutan terasa lebih sejuk, jalan untuk pengunjung yang terbuat dari jembatan kayu menambah dingin suasana…cukup nyaman n cukup membuat ngantuk….suara makhluk-makhluk kecil penghuni hutan bergantian menghibur kita. Di sini kita bisa melihat 2 ekor kera sejenis lutung yang tinggal dalam kurungan, begitu juga beberapa elang laut…. Kandangnya berlumut…mungkin karena lembab… tapi nampaknya binatang tersebut cukup sehat. Konon katanya sih ada bekantan di sini…tapi puter-puter, itu bau-bau bekantan pun ga muncul, adanya bau-bau manusia pejantan tak mandi akibat ngejar pesawaat pagi. Namun hati tak kecewa karena di hutan itu kita bisa lihat rumah kepiting n binatang-binatang kecil lainnya. Plus tempatnya cukup ok untuk foto-foto. O ya, untuk teman-teman yang belum sempet ambil uang, kalian jangan khawatir karena di bandara sendiri ada 1 atm mandiri dan 1 atm bri. Dan di kota pun ada atm bca dan bii. Jadi tenang lah…tapi jangan berharap nemu atm di derawan ya…
1 Jam sebenarnya tak cukup untuk explore namun kita harus menempuh perjalanan cukup jauh setelah ini…kemana lagi klu bukan ke pulau derawan…yang harus ditempuh selama 3-3,5 jam via laut dengan memakai speedboat.

Setelah karet mengaret karena perkara transfer mentransfer n ambil mengambil uang di ATM akhirnya jam 3 sore kita berangkat dari pelabuhan ke Derawan. Suasana pelabuhan sendiri cukup ramai, padahal ini bukan pelabuhan utama…hanya untuk pelabuhan penumpang dengan kapal kecil dan sedang saja. Banyak orang berseliweran dengan barang bawaannya. Hhhmm sempet teringat akan kabar perompak sepanjang laut Tarakan – Derawan… bakal seru untuk jadi bahan cerita ke temen-temen yang ga join acara tapi serem juga karena pasti bikin gw n temen-temen melarat mendadak, jadi berdoalah dalam hati semoga semua lancar.

3 Jam perjalanan…akhirnya kita sampai… disambut jembatan dermaga kayu yang panjang dengan kanan kiri pantai landai yang indah dengan air yang sangat bening…alam pun seperti ikut menyambut kita dengan teriknya matahari, ikan hias yang berenang-renang dan….seekor penyu menampakan dirinya sedang berenang-renang di dasar laut yang dangkal…bergerak-gerak lambat… sambutan yang sungguh meriah… Slamat datang di pulau Derawan….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar