Klu gw ditanya apa yang paling berkesan di trip ini ? gw akan langsung bilang “tawa” , ya tawalah yang paling banyak di trip kali ini…. Perut kram n air mata keluar karena tawa yang ga berenti-berenti. Bersyukur stiap kali nge-trip diberkahi dengan peserta yang berselera humor tinggi dan peserta yang selalu ceria.
N klu ditanya mengenai perencanaan trip ini, gw akan bilang ini trip ter-ribet n termepet yang gw n rekan2 rencanain, karena sebenarnya tujuan trip kali ini bukanlah ujung genteng tapi seharusnya ujung kulon namun sampai akhir batas waktu yang telah disepakati ternyata kita belum juga menemukan penginapan untuk di sana (semua penginapan yang memakai system barak dalam renovasi dan untuk yang system kamar hanya tersedia 3 kamar saja sedangkan peserta kita berjumlah 30 orang), dan rasanya berat klu harus menginap di handeuleum yang 3 jam perjalanan lagi atau berkemah di cibum dengan kondisi mck yang tidak memadai. Di saat2 mepet seperti itulah akhirnya muncul ide ke ujung genteng, nama sama2 ujung…yg satu di genteng yang satu di kulon…ya sutralah…ujung genteng lah kita pergi.
Hari 1
Jam 20.00 Rindha udah muncul di rumah, gw gelisah (kali ini gelisah beneran gelisah bukan gelisah : geli-geli basah)…. Tomo n rima ko belum muncul… sms dikirim, rima membalas, dia pun gelisah nunggu dari jam 18.30an n smpe jam segini tomo belum muncul juga…giliran bbm yg dikirim ke tomo sekarang, tomo menjawab dia nyaris sampe bogor . Penyakit ngomel kumat…dan tomo pun pasrah membaca bbm yg isinya Cuma omelan gw (mangap ya tom, ngertilah klu neneng geulis satu ini slalu ribet klu nyangkut masalah waktu penjemputan peserta). O ya, trip kali ini meeting point dibagi 2 (ini masalah timbul gara2 secara dadakan bus yang mau kita sewa naikin harga jadi kita batalin n akhirnya spakat pake elf, 1 mobil Bp. Kirman (big thanx to him, hhhggg Bapak yang satu ini bener2 selalu siaga membantu kita, makasih banget2..banget2 ya pak) dan 1 mobil gw) anak2 bandung n temen kantor smua meeting point di sukabumi, dengan catatan tmn kantor ngumpul di rumah gw di cicurug dengan tomo berperan sebagai driver; dan anak2 Jakarta berkumpul di MT. Haryono . Jalanan yang macet memaksa tomo dan rima naik ojek ke rumah gw (untungnya tuh macet udah masuk daerah cicurug - sukabumi), dengan panik mereka datang ke rumah gw dengan gembolan ransel n berita belum pada makan.. jadi dalam keadaan serba buru-buru, gw siapin makanan dalam food container secepat kilat. Bungkus2 selesai, kita langsung kebut jalan…dengan tatapan bengong dari ortu gw. Sms anak2 bandung bikin gw merasa bersalah karena 2 orang dari jam 8.15 dan 2 orang dari jam 9 sudah stand by (beneran stand dah di pinggiran) terminal sukabumi. Tomo bener2 merasa bersalah juga, dengan rasa lapar n rasa bersalah itu, mobil dipacu dengan kecepatan tinggi *brasa naik monster* dan untungnya jam 9.30 kita sampe tujuan. Setelah semua berada dalam posisi aman, kita melanjutkan perjalanan dan janjian dengan anak2 jakarta untuk bertemu di persimpangan sukabumi – cibadak – pelabuhan ratu yang artinya kita puter balik arah. Untuk mengisi waktu, gw lengkapi perbekalan berupa 3 dus aqua gelas dan 1 botol minuman energi buat tomo.jam 10 kita sampai di persimpangan jalan itu, tomo dan rima melampiaskan rasa laparnya dan anak2 melakukan pengurangan daya tampung perut (pipis2) dan sebagian tiduran di mobil. 10.45 or 10.30an merekapun dateng, peluk cium..salam2an terjadi, gw yang duduk di kursi belakang tetep mojok mogok kluar… hehehe biasa klu lagi ga fit n lemes, malas gerak. Emang trip kali ini gw lagi flu berat dari beberapa hari sebelumnya kondisi lg drop terus, ortu sempet marah karena gw maksain tetep pergi, karena bagi gw..janji adalah janji, apalagi ini trip gw yang pegang, klu kaki masih bisa dipake jalan, gw pasti nepatin janji trip gw.
Hari 2 curug cikaso dan cigangsa
skitar jam 3 subuh kita udah sampe di masjid daerah Jampang Surade, sempet terjadi miss understanding karena difikir kita akan langsung ke ujung genteng, mobil 2 (mobil Bp. Kirman) sempet melesat ke arah ujung genteng, gw yang tiduran di kursi pojok paling belakang, ga nyadar arah karena terus terang otak pun cuma stengah jalan mikirnya.. Tomo sempet bertanya : “kita makan pagi n trip pertama dimana ?” . gw jawab :” curug cikaso”. Tomo diem n bingung sambil terus ikutin mobil 2, dia tanya lagi hal sama, gw jawab lg… terus dia telp fidho rika (PIC mobil elf, hehehe gw sebut mentri keuangan karena dia yang pegang duit), terus ga jelas ngomong apa…n tanya lagi pertanyaan sama yg gw jawab dengan kompak oleh anak2 bagaikan group paduan suara :”curug cikasoooo”, n gw tambahin kalimat : “1x tanya lagi gw lempar pake bantal lu”. Diiringi tawa anak2. Tomo bilang : “tapi itu mobil ke arah ujung genteng”. Gw yang lagi nungging tiduran sok asik, langsung duduk n bilang, telp suruh balik arah. Entah siapa yang kasih info, akhirnya semua balik arah. Jam 4.30 kita sampe di pesantren yang masih daerah jampang surade, semua turun untuk bersih2 dan sholat subuh.sempet kenalan dengan 2 peserta WNA kita yang dari Belanda : Shirley n mbak dian. Selesai dari situ, kita langsung menuju curug cikaso.
Hujan gerimis gondrong (dibilang hujan kurang gede, dibilang gerimis ko lebat) bikin kita nongkrong di warung sambil ngobrol2, ngopi2 n ngemil2. anak2 mulai berinteraksi dengan cara saling ledek dan ketawa2… bahas batang *hhhgggghh pagi2 dihiasi omongan nyaris mesum* pisang, kayu dll, bahas kisah cinta jamrong (ramdan) dan mariam (susan), bahas vikki yang mau diangkat sebagai…..(jangan fikir sebagai anak angkat ya, karena siapapun yang mau angkat vikki sebagai anak angkat, pasti orang itu bener2 dalam keadaan tidak sadar)….satpam oleh pak Kirman. :p dll bikin para peserta yang sebagian belum saling kenal langsung akrab, peserta kali ini total dengan gw jadi 29 orang. O ya, tiket masuk curug cikaso @Rp. 5000. Akhirnya gerimis bosan juga turun ke bumi, n kita putusin untuk langsung jalan. Air sungai bagaikan gumpalan air bah, coklat dan berarus ga memungkinkan kita untuk menumpangi perahu, akhirnya kita berjalan menyusuri pesawahan dan pinggiran sungai ditemani oleh 2 orang penduduk lokal yang kemudian sangat membantu kita karena jalanan sangat licin dan becek (untuk guide di sini kita bebas kasih berapa aja tapi yaaaa…kira2 lah). Hehehe dan jalanan akhirnya berhasil makan 2 korban, yang pertama adalah mbak rita yang Sukses mendarat dengan pantatnya kemudian susan yang ga mau kalah ikut mendarat dengan bagian pantat dan diteruskan dengan punggung dan kepala (untung pelan mendaratnya) diiringi tawanya yang selalu ceria. O ya, setelah di kiluan kemarin dia mendapat panggilan mariam, di trip kali ini nama dia berganti lagi jadi oneng :p
Subhanallah…itu aja yang bisa gw ucap begitu melihat curug cikaso, curug yang dulu pernah gw kunjungi dengan air terjunnya yang anggun indah dan kolam di bawahnya yang sejuk, kini bagaikan tumpahan air dari langit yang murka, coklat dan bergemuruh. Buih airnya begitu kuat membuat kita tidak bisa mendekat…angin yang bertiup kencang membuat seluruh pakaian peserta trip basah tanpa harus menyentuh air. Sungguh luar biasa air terjun ini… air bergejolak dan angin yang bertiup membuat kagum… tak banyak yang bisa kita lakukan selain berfoto2 dan melihat dengan takjub air terjun cikaso, dan curug cikaso kita akhiri dengan makan pagi di warung pinggirannya.
Setelah berganti baju, kita pun melanjutkan perjalanan menuju curug cigangsa. Tiket/retribusi Cigangsa lebih murah yaitu @Rp.2000. Di cigangsa, pemilik warung makan yang sudah kita booked untuk menyiapkan makan siang mencegat dan meminta kita untuk memakai jasa guide, hal ini dia sarankan karena curug cigangsa (pun) debit airnya sedang sangat2 besar. Halah #tepok jidat. Dengan diiringi gerimis ringan, kita berjalan. Tak ada complain tak ada sedih, semua tetap tertawa..berjalan perlahan menyusuri pesawahan kembali….
Pemandangan indah menemani, air yang biasanya bening, terlihat coklat dan meluap…. Pemandangan yang seharusnya tenang dan hijau berubah dihiasi dengan pemandangan air yang sepertinya siap melahap apapun yang ada di depannya…suara air terjun yang biasanya tenang terdengar sangat bergemuruh…. Setelah puas berfoto2 kita kembali ke warung makan, di sana kita bercanda dan beristirahat dan sebagian mandi2 dan bersih2 termasuk gw.
Setelah makan ( o ya di sini nemu 2 sambal aneh…namanya sambel combrang…hhhmm lezat banget) dan sholat Dzuhur, perjalanan pun kita lanjutkan ke Ujung Genteng.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar