Minggu, 24 Juni 2012

Derawan - pesona dan kekuatan laut yang mempesona - 07-10/06/12

Kekuatan alam memang luar biasa, itulah yang gw rasain ketika terombang-ambing oleh ombak besar, disiram berjuta-juta buliran air hujan dan tiupan angin di tengah laut sepanjang perjalanan Derawan – Tarakan.Entah berapa ratus kali bunyi hantaman ombak ke badan kapal berdentum begitu keras diiringi dengan siraman ombak ke dalam kapal. Suasana tenang namun mencekam, langit sungguh gelap berawan..tidak ada satupun perahu lain yang nampak, sebagian penumpang kapal yang sepenuhnya diisi peserta trip serunya bareng dak’o’can nampak tidur, efek obat anti mabuk yang mereka konsumsi ketika kapal mulai terasa sering bergoyang, sebagian yang masih terjaga (termasuk gw yang ga tidur sama sekali sepanjang jalan) berdiam diri sambil komat-kamit, terus terang gw sendiri mulai membaca doa gaya baim dalam hati….(itu lho doa simple yang isinya : Tuhan tolong erika Tuhan, plus rayuan-rayuan janji-janji berbuat kebaikan dan kebajikan. Hehehe…maaf ya Tuhan, masih ada sebagian janji palsunya di situ :p ) . Hanya kepasrahan dan doa dalam hati yang bisa gw lakuin dan sisanya  gw gantungkan kepada perlindungan Tuhan dan kemahiran nahkoda.

pagi sebelum badai
----------------------------------------000000000----------------------------------------------------

Derawan, nama yang tak asing bagi beberapa orang yang mencintai alam terutama pantai dan laut, tapi mungkin sebagian besar teman-teman akan mengernyitkan dahi bertanya, dimana itu derawan atau bahkan lebih parah lagi…derawan itu apa sih ? hehehe itu yang gw alami ketika temen-temen n ortu gw tau gw mau ke derawan. Hhhhmmm mungkin gw harus sedikit menerangkan (langsung sigap ambil lampu teplok buat digunain sebagai penerang :p ) tentang derawan. Ok.. mari kita ke wikipedia dan tanya mbah google….meluncuuuuuuurrrr
Jreng jreng jreng :
“Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di kepulauan ini terdapat sejumlah obyek wisata bahari menawan, salah satunya Taman Bawah Laut yang diminati wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia.
Kepulauan Derawan memiliki tiga kecamatan yaitu, Pulau Derawan, Maratua, dan Biduk Biduk, Berau.
Sedikitnya ada empat pulau yang terkenal di kepulauan tersebut, yakni Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki, dan Kakaban yang ditinggali satwa langka penyu hijau dan penyu sisik.
Secara geografis, terletak di semenanjung utara perairan laut Kabupaten Berau yang terdiri dari beberapa pulau yaitu Pulau Panjang, Pulau Raburabu, Pulau Samama, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Nabuko, Pulau Maratua dan Pulau Derawan serta beberapa gosong karang seperti gosong Muaras, gosong Pinaka, gosong Buliulin, gosong Masimbung, dan gosong Tababinga.
Di Kepulauan Derawan terdapat beberapa ekosistem pesisir dan pulau kecil yang sangat penting yaitu terumbu karang, padang lamun dan hutan bakau (hutan mangrove). Selain itu banyak spesies yang dilindungi berada di Kepulauan Derawan seperti penyu hijau, penyu sisik, paus, lumba-lumba, kima, ketam kelapa, duyung, ikan barakuda dan beberapa spesies lainnya.
Kepulauan Derawan telah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2005.” Dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Derawan
Ya itulah derawan..sedangkan gw sendiri niat ke derawan adalah melihat pari manta, ubur-ubur kakaban dan penyu-penyu itu. Sayangnya…hewan pertama yang disebut, tak menampakan batang ekornya (soalnya hidungnya kalah panjang sama ekornya, jd lebih pas disebut batang ekornya) tapi jangan kecewa dulu para pemirsa karena nanti dalam cerita ini gw mendapatkan banyak bonus yang ga diduga sebelumnya….  Yu mari kita saksikan ceritanya (prasaan dari tadi udah ngalor ngidul tapi intinya belum nongol juga)
---------------------------------------------------000000000-----------------------------------------
1st day  07 Juni 2012 : Jakarta – Tarakan ( Hutan mangrove di kota Tarakan)
Subuh yang gerah, keringat bercucuran…bukan karena suhu yang panas tapi karena waktu yang mepet.. ya hari ini kami berniat berangkat dengan pesawat sriwijaya menuju Tarakan dengan jam keberangkatan 06:10 tapi pukul 05:40 kami masih berkutat check in… hampir 45 menit kami berdiri di antrian ini, lamaaaaa sekali…mungkin karena kami ber-16 orang..seharusnya kami ber-19 tapi 1 peserta sakit, 1 dari yogya dan 1 sudah berhasil meloloskan diri :p  Setelah menunaikan kewajiban yang nyaris telat, akhirnya kita berhasil duduk manis di pesawat tepat pukul 06:15 (telat kan tuh pesawat). Dan ternyata….penerbangan delay 1 jam…heeeeh ? apa pula..terkurung dalam pesawat…but anyway….penerbangan cukup smooth…1 jam 50 menit JakartaBalikPapan. Di Balik papan kembali kita harus merasakan terkurung di pesawat, 15 menit transit… hhhmm tapi kali ini cukup heboh…kita yg ber-17 membuat isi pesawat heboh dengan keributan memperebutkan makanan…duduk kita yang berjauhan sungguh mendukung hal itu… 15 menit itupun kami isi dengan melampiaskan kenarsisan kita…foto fotoooooo….

Perjalanan Balikpapan – Tarakan ternyata memang tepat 50 menit perjalanan…di sana kita kembali menunggu tas-tas kita yang masuk bagasi (gaya pada pake bagasi padahal Cuma 1 tas gendong aja…wkwkwk). Selesai dengan perkara perbagasian, kita langsung menuju tujuan pertama kita, yaitu hutan mangrove…hutan bakau yang terletak di kota tarakan…. Hutan yang cukup rimbun, hawa yang di luar cukup panas ternyata setelah kita memasuki hutan terasa lebih sejuk, jalan untuk pengunjung yang terbuat dari jembatan kayu menambah dingin suasana…cukup nyaman n cukup membuat ngantuk….suara makhluk-makhluk kecil penghuni hutan bergantian menghibur kita. Di sini kita bisa melihat 2 ekor kera sejenis lutung yang tinggal dalam kurungan, begitu juga beberapa elang laut…. Kandangnya berlumut…mungkin karena lembab… tapi nampaknya binatang tersebut cukup sehat. Konon katanya sih ada bekantan di sini…tapi puter-puter, itu bau-bau bekantan pun ga muncul, adanya bau-bau manusia pejantan tak mandi akibat ngejar pesawaat pagi. Namun hati tak kecewa karena di hutan itu kita bisa lihat rumah kepiting n binatang-binatang kecil lainnya. Plus tempatnya cukup ok untuk foto-foto. O ya, untuk teman-teman yang belum sempet ambil uang, kalian jangan khawatir karena di bandara sendiri ada 1 atm mandiri dan 1 atm bri. Dan di kota pun ada atm bca dan bii. Jadi tenang lah…tapi jangan berharap nemu atm di derawan ya…
1 Jam sebenarnya tak cukup untuk explore namun kita harus menempuh perjalanan cukup jauh setelah ini…kemana lagi klu bukan ke pulau derawan…yang harus ditempuh selama 3-3,5 jam via laut dengan memakai speedboat.

Setelah karet mengaret karena perkara transfer mentransfer n ambil mengambil uang di ATM akhirnya jam 3 sore kita berangkat dari pelabuhan ke Derawan. Suasana pelabuhan sendiri cukup ramai, padahal ini bukan pelabuhan utama…hanya untuk pelabuhan penumpang dengan kapal kecil dan sedang saja. Banyak orang berseliweran dengan barang bawaannya. Hhhmm sempet teringat akan kabar perompak sepanjang laut Tarakan – Derawan… bakal seru untuk jadi bahan cerita ke temen-temen yang ga join acara tapi serem juga karena pasti bikin gw n temen-temen melarat mendadak, jadi berdoalah dalam hati semoga semua lancar.

3 Jam perjalanan…akhirnya kita sampai… disambut jembatan dermaga kayu yang panjang dengan kanan kiri pantai landai yang indah dengan air yang sangat bening…alam pun seperti ikut menyambut kita dengan teriknya matahari, ikan hias yang berenang-renang dan….seekor penyu menampakan dirinya sedang berenang-renang di dasar laut yang dangkal…bergerak-gerak lambat… sambutan yang sungguh meriah… Slamat datang di pulau Derawan….

Rabu, 28 Maret 2012

Trip kepepet yogya - baluran - papuma - yogya (3) tamat

HARI 3 + 4
Jam 19.14 tuh bus jurusan jember - yogya langsung tancep begitu kita naik, niat untuk mesra-mesraan di bus berduaan Gemy gagal total…ternyata kursi b-2an telah penuh…hhhmmm mau ga mau maen three some :p cari lawan yang imbang, tapi ga nemu…ya udahlah pilih yang sama kakek-kakek aja, dengan pemikiran…kakek2 cepet tidur jadi ga bakal bawel or kecentilan nanya2 (trauma bus psr.rebo – bakauheuni, diwawancara peminat…terus peminat pertama turun eh ditatap manja penuh kemesuman sama cowo slanjutnya…hadeeuuuhh….seyeemmm). Meringkel-ringkel di bus, terantuk-antuk di kursi tengah…mw nyender di bahu si kakek…ko takut juga…tar bisa-bisa berlanjut ke romansa cinta. Nah pas entah dimana ada kursi 2 yang kosong…nyangkutlah kita di situ… *lupa mulu gw harus nyebut biayanya*, pokoknya @Rp. 72.000 kita bisa nikmatin bus AC jember (Tawangan) – Yogya (Tawangan) n di tengah jalan ada istirahat 1x, Gemy sih turun cari makan n colokan (gemy g bisa bertahan hidup tanpa twitter-an.wkwkwk), gw sih ngeringkel aja…malas..n cm mesen roti keju yg ga taunya isinya nenas. Halaaahhh…. O ya, sebelum berangkat kita juga udah janjian sm ayank ponde kita yang kali ini berperan sebagai teman siaga, untuk jemput kita di yogya :p *ajas mamfaat banget kita kali ini…kecup2 kening, pipi kanan kiri deh buat ponde atas kesediaannya nganterin kita, ayank top banget deh :p *

ini foto ponde lagi mesra2an sm gemy di bawah payung pantai..hiks... :( 

Jam 6 pagi kurang ternyata kita udah sampe di Giwangan, padahal gw minta jemput jam 7, akhirnya daripada bengong…mandilah kita di terminal…hehehe…biar mandi yang penting baju tetep yang kemaren (motto yg aneh). Seperti biasa sebagai pecinta handphone sejati, habis mandi, kita cari colokan…nunggu ayank yg ga muncul-muncul, akhirnya gw ngopi deh di warung tempat nyolok…jam 7 gw telp lagi ayank, tp gagal eh akhirnya dia yg telp…n seperti dugaan gw n para wanita pada umumnya….cowo slalu bangun telat..n dugaan tepat sekali, katanya dia habis begadang.  Jam 8 baru kita dijemput.. sayangnya kali ini tubuh gw tidak bergetar seperti pertemuan pertama…Cuma aga ser-seran aja lihat dia yg mengkilap sedangkan kita butek. Hahaha maluuuuu….

hiks...itu mereka lagi...gw cm jadi juru foto

Setelah pertemuan yang melancarkan aliran darah itu, akhirnya kita mutusin buat ke pantai di sekitar Gunung kidul, berhubung waktu kita ga banyak, ya sutralah kita pilih satu pantai aja, Pantai krakal. Pantai Krakal sungguh dahsyat ombaknya, ditambah teriknya matahari, bikin Ponde mengkerut n lari-lari nyari tempat berteduh terus. Klu gw  n Gemy yg emang udah butek dari lahir, cuek aja lari-lari panas2an…toh gw jg aga ngeri klu gw mengkilat, bakal banyak para penggemar ngejar2 gw yang bikin gw jadi sulit bergerak *halasan !! padahal sih emang g bisa mengkilat gw kcuali klu dilaminating*
Transport kali ini gratis..tis..tis..cm bayar ongkos masuk aja yg gw lupa tulis juga :p  di situ kita cm minum air kelapa n bergegas balik ke kota skitar jam 2an. Hihihihi gw ultah tgl 23 jadi ditodong traktiran… hp gw mati 2 2nya padahal ada 1 teman backpacker yg pengen gw temuin..tapi sutralah… menujulah kita ke kepala ikan mas Agus yang terletak di yogya kota deket sama paparons pizza, hhhmm makan b3 Cuma 80rban…padahal makan kita banyak.. yogya emang murahhh…enak lagi.

ombaknya yang bergulung-gulung

Setelah makan, akhirnya perpisahan sama ponde harus terjadi juga, sebenernya sih gw pengeeeen banget bungkus ponde buat ngemil di rumah, tapi apa daya…ponde itu manusia, jadi ga boleh dibungkus-bungkus. Kita turun di malioboro, berburu oleh-oleh buat keluarga di rumah (backpacking ko pake oleh-oleh?! hehehe ini mah terjadi karena Gemy mau nyuap nyokapnya…hihihi disuruh balik ke rumahnya, biar aga enakan…dia bawain dah oleh-oleh). Habis dari malioboro, kita langsung ke stasiun lempuyangan, naik becak yang ada motornya Rp.15.000 (kata Ponde sih harusnya Rp.12.000, tp tak apalah), jam 17.30 kita dah nangkring di stasiun, mandi lagi deh di toilet stasiun (rajin mandi tapi ga rajin ganti baju ni kita), meski tuh toilet ditulis gratis, tapi kita tetep bayar juga..toh yg lain jg gitu.. ikutin aja lah.

buteknya diriku..tapi pancaran pesonanya masih tak tertahankan :p

Jam 18.02 datanglah tuh kereta Bengawan….dan bergegaslah kita pulang…. Jakarta here we cooooommee (eh tiketnya kita beli via calo 5-3 sebelum tgl 22 itu Rp.50rb, harga asli sih ga segitu, tapi namanya libur panjang, saatnya para calo berpenghasilan lebih…relakan sajaaaa, yg penting happy).
Dan sampailah kita di Jakarta jam 04.21 hehehe…sampe di Jakarta maka selesai sudah cerita gw…lanjut ngantor tanpa mandi n ganti baju…horree gw…*eh gw kerja di daerah cicurug – sukabumi, jadi jangan bilang gw malas mandi ya…tapi ga sempet..karena masuk kerja gw jam 8 (ini adalah pembelaan diri)* sekian dan terima kasih.
Merdeka !!


Trip kepepet yogya - baluran - papuma - yogya (2)

(Lanjut lagi…mumpung ada waktu 15 menit sebelum istirahat)

Hari 2 - 3
Kita pun mendamparkan diri di penginapan Bekol karena penginapan di Bama dah penuh. Sebenernya klu musim hujan ini (baluran jadi hijau) menurut gw sih lebih enak nginep di Bama, karena pemandangan pantainya dan di sana lebih gampang cari makan n listrik 24 jam pula tapi yaa pasrah aja lah..orang kita ga booking2an dlu, g ada iten jg..smua go show aja… karena ini memang trip kepepet ngasal, tadinya Cuma mau main di yogya tapi berasa sayang waktu jadi akhirnya melipir ke Baluran. Kita ambil 1 kamar dengan 2 tempat tidur (sayangnya ga gw foto) cukup memuaskan lah untuk harga Rp.35.000/orang. Gemy nampaknya ngantuk, jadi dia tertidur..sementara gw yg merasa kegerahan dah bawel-bawel aja ngajak jalan..akhirnya jam 1an kita jalan ke Bama. Kata petugasnya itu bekol – bama berjarak 3km tapi ko menurut gw jauh banget…

Di jalan kita sempet ngelihat segerombolan rusa dari jauh…hehehe difoto sih difoto sayangnya kamera gw ga berlensa tele…hiks..jadi g jelas lah..  Ke-oon-an kita emang susah dihilangkan, di jalan baru sadar klu kita ga bawa air minum…berhaus-hauslah kita.
1 Jam perjalanan pake kaki (coba klu pake tangan, pasti lebih lama), akhirnya nyampe juga…hhhhmmm mendung ternyata… pantainya sih menurut gw biasa aja… pasir putih, lautan tenang…cocok klu mw mandi-mandi n basah-basahan. Katanya klu snorkeling aga ketengahan, terumbu karangnya bagus..n sayang banget gw ga bawa perlengkapan snorkeling n baju mandi gw di trip kali ini. Sempet ketemu bule ganteng tapi dibarengi dengan monyet super galak, bikin gw jadi ilang mood buat kenalan. Di sini setelah foto-foto (gemy bener2 hobby banget difoto ni di trip kali ini, jangan2 jiwa foto modelnya telah bangkit) akhirnya makan deh… makan di sini ngabisin Rp.50.000 untuk nasi goreng (ini menu gw), soto (lagi n lagi n lagi buat gemy), teh panas and air mineral plus 2 soft drink kalengan n 2 popmie. Ni pop mie sengaja kita beli takut kelaparan malam or untuk sarapan pagi. Nunggu sunset tapi ternyata cuaca mendung, batal lah jadinya…niat balik pun tertunda karena ternyata hujan. Ngobrol2 di luar warung makan, ternyata kita dah buat seorang ibu terpesona oleh tindakan kita yang jalan cm berdua dari bekol ke bama, akhirnya dia cerita ke suaminya…jadilah kita bagai superstar dengan para penggemarnya. O ya, di sini kita sempet kenalan dengan Pak Anang yang udah sekitar 15an tahun ngebackpack…. Akhirnya hujan lumayan reda (tapi di jalan tuh hujan gede lagi), kali ini kita balik pake motor, 1 ojek n 1 petugas baluran (Pak Yuda ) yang udah berbaik hati antar kita. Hehehe jadi 1 motor gratis,  (biaya 15rb/orang).
masukin foto gemy sang foto model aaahh...


Kelelahan karena emang belum nemu kasur dari kamis, akhirnya kita terjungkal entah jam berapa...jam 4.30 gw dah bangun…stelah melakukan kewajiban, gw n gemy memutuskan untuk jalan berburu sunrise, kebodohan kembali terjadi… kita ga tw di mana yang sunrisenya bagus. Akhirnya setelah asal-asalan memutuskan untuk jalan ke arah gerbang baluran…. Matahari muncul…dah ternyataaaaa…..kita salah arah. Sunrise bagus di pantai bama, bergegas kita ganti haluan…tapi semua terlambat, jadilah kita foto sunrise dari jauh. Hihihi sempet ngedenger suara babi yg ber-ngok2-an deket kita tapi ujudnya ga kliatan..gw penasaran tapi gemy ngelarang karena takut diseruduk. Akhirnya kita balik lagi deh ke penginapan buat siap2 jalan balik n menuju papuma. O ya, di jalan kita sempet denger suara merak n ayam hutan tapi semua hanya suara karena perwujudan ga kliatan. Hanya monyet, ayam hutan dan burung perkutut aja yang sering kita temui.

Baluran – Papuma

Sebelum berangkat kita sempet naik ke menara pandang, n ternyata ketemu beberapa backpacker dari Jakarta juga.Pemandangan dari atas sungguh indah, sayangnya suasana ala Afrikanya ga dapet karena semua serba hijau. Setelah melakukan pembayaran, giliran gemy telp Pak Sukadi buat jemput, akhirnya si Bapak muncul, diantarlah kita sampe gerbang. Kita nampaknya lagi beruntung, begitu sampe di gerbang jam 8:45 , eh tuh bus mikro jurusan situbondo muncul, naiklah kita…hehehe kita cm bayar Rp.19.000 berdua (harusnya Rp.20.000).  di Situbondo jam udah nunjukin pukul 10an. Makanlah kita (hhgghh jam makan yang aneh) di ruko yang bersih… hhhmm harga makanannya murah pula. Gemy kembali pesan soto (lagi) dan kali ini gw ikut2an nyoto karena bakso belum jadi..tapi minumnya gw coba Joshua (kayanya extra jo** campur susu gtu deh, segeeerrrr) sedangkan gemy minum teh botolan.. Cuma habis Rp.19.000. setelah makan, kita niatan ambil duit karena duit kita total Cuma Rp.300.000 lagi, tapi pas menuju atm ternyata bus jurusan situbondo – Arjo Sari keluar terminal, naiklah kita dengan terburu-buru. Gemy mutusin duduk di depan, hehehe gw sih seneng banget, secara lega buat kaki gw. Jadilah kita berkenalan dengan bapak supir bis ini, Bapak Surahma namanya..umur sekitar 50-60an…yang bercerita pengalamannya semasa muda di Jakarta. Bapak inilah yang kemudian menolong kita di Arjo Sari, mencarikan ojek yang murah dan aman. Makasih ya pak,.serasa ada orang tua angkat wlu cm sesaat. Biaya bus dari Situbondo – Arjo sari @Rp.22.000 n waktu yang ditempuh adalah 2 jam 10 menit (berhenti 1 kali di sebuah terminal kecil)

ini ni baluran dari atas 

Sebenarnya untuk menuju papuma kita harus naik 2 kali angkot yaitu naik lin o dari arjo sari ke ajung kemudian nyambung angkot ke ambulu.. nah dari Ambulu ke Papuma ga ada lagi angkutan jadi harus naik ojek yang pp-nya skitar Rp.60.000. Berkat Bapak Surahma kita hanya bayar Rp.75.000/orang pp n ditunggu pula dari mulai Arjosari sampai Papuma, hemat n cepat :D

Perjalanan Arjosari – Papuma dengan ojek berkecepatan tinggi memakan waktu 1 jam 20 menit. Pantat yang berasa rata n tangan yang berasa kesemutan dibalas tuntas dengan pemandangannya…. Ga bisa lah gw ungkapin indahnya…cukup pada lihat aja ni foto-fotonya. Eh iya, masuk papuma kita harus bayar Rp.14.000 ber-2 (klu ga salah, lupa gw nyatetnya) terus bayar lagi parkiran Rp.4000 ber-2.

Makan seafood terus nyambung foto sunset, akhirnya karena mendung, kita balik jam 17.50, langsung ke terminal Tawangan (ini terminal kabupaten jember, klu Arjo Sari terminal tingkat kecamatan), jam 7an kita udah nyampe, nyempet2in sholat yang kemudian jadi bahan goda2an preman n calo terminal di situ. Hadeuuuhhh…

sambutan pemandangan pertama
hantaman ombak dan awan
dibalik karang

suntet eh sunset
pemancing itu buat gw terpesona
dibalik pohon itu

n klu mood, nti nyambung lagi dari papuma balik ke yogya n nerus k rmh masing2 :p

Selasa, 27 Maret 2012

Trip kepepet yogya - baluran - papuma - yogya ( 1 )

Hari I + II Jakarta – Yogya - Baluran

Jam sudah menunjukan pukul 14.20 tanggal 22 Maret 2012  n gw udah duduk rapi di pesawat AirAsia Jakarta – Yogya. Senang banget waktu lihat sekeliling tempat, kursinya telah terisi penuh tapi tempat duduk satu barisan gw kosong. Bdoa gw dalam hati “Mudah-mudahan g ada yg datang lagi…mudah2an kursi itu tetep kosong….n pokoknya, stelah lepas landas gw mw pindah ke pojok dekat jendela”. Namun doa tak terkabul, malang g bisa ditolak (sebenernya sih malang ada di jawa timur ), datanglah sepasang kekasih…halah #tepok jidat, cwo bule n cwe indonesia…. Dan penderitaanpun dimulai…itu acara cipok-cipokan beberapa kali dilakukan…batiiiiiin…..ngiriiii…masa gw harus cipok-cipokan sama jok kursi gw sih ?!  pake kata-kata sayang n cinta…. Hhhggghhh perjalanan 45 menit ini terasa menyiksa kalbu….ngiriiiii…pengen cipok2an sama vin dissel :p  Pokoknya tuh penerbangan yang banyak ajrut-ajrutannya bener-bener berasa lama…

Singkatnya (susah gw certain cipok-cipokan secara gw mw cerita perjalanan bukan cerita film dewasa  :P) sampailah gw di yogya… clingukan bingung…sambil pengen nyanyi lagu ayu ting ting yang dimana-dimana itu…eh si ayank telp…. Ayank ponde (sebenernya bkn cwo gw, cm temen…tapi ayank2an ama temen kan gpp…slama dia bukan barang haram :p)  cwo lombok yang kuliah di yogya itu dah janji mw jemput gw, telp nanya dimana gw…setelah terjadi kesalah pahaman titik penjemputan di bandara, akhirnya bertemulah kita. Tubuh gw bergetar bagaikan kena goyang vibrator penyanyi dangdut, itu si ayank manis datang menjemput…sayang goyangan yg gw kira akibat getar hati itu ternyata hanya getaran akibat telp gw yang satu lagi bunyi, ternyata dari kantor…. Nanya soal pph. Adeuuuh pekerjaan emang slalu mengejar. Akhirnya setelah gw menclok di mobilnya…kita pun berputar-putar cari terminal giwangan untuk jemput gemy yang berangkat via kereta ke kutoharjo terus nyambung bus ke yogya. Sayangnya perkiraan asal2an temen2 bbm n whatsapp group soal modus nyasar putar2 untuk penggerayangan itu salah BESAR, gw ga digerayangin…wuaaaaa daku sedih….padahal gw dah siap2 n bersedia (wkwkwkwk).

Akhirnya gemy datang juga..datang dengan kata-kata pengen makan, jadi kita pun makan di terminal ber-3 dengan menu soto, rawon, nasi campur plus minuman yg berupa soft drink, teh manis n jeruk panas yg ngabisin dana Rp.53.000 … sebenernya gemy minta mandi tapi karena kita mengejar bus ke Probolinggo yang berangkat terakhir jam 7 malam, acara gemy ditunda….meskipun gemy ngeluh karena belum mandi dari hari rabu (pantesan banyak lalat keliaran di sekelilingnya..hahaha). Setelah habis2an merayu ponde untuk ikut tapi dia tolak karena ada janji dengan teman jepangnya, kita naik Bus Mila jurusan yogya - banyuwangi dengan tarif @ Rp.58.000 yang mengantar kita berdua. Karena itu bus terakhir, kita ga punya kesempatan untuk memilih jalur, ternyata bus yang kita naiki ga melewati Batangan, jadilah kita terdampar di terminal probolinggo jam 3.30 pagi. Kelayapan di terminal jam segitu, akhirnya kita mutusin cari masjid untuk mandi n sholat subuh. Hehehe mungkin karena aroma kita yang sungguh menggoda, tiba-tiba di belakang kita ada bapak-bapak yang menuju mushola besar itu sambil bilang “kamar mandi di sebelah sana”. Wkwkwk…pengertian sekali bapak itu…kita pun menuju kamar mandi n mandi dengan aga malu-malu..maklum takut kedengeran ngabisin airnya.

Setelah acara bersih-bersih, kita balik ke terminal, nyari tempat makan (gemy ngeluh lapar lagi, hadeuuuhh perutnya ni), plus nyari tempat nyolok hp. Nongkrong di warung sambil makan soto (Rp.31.000), nyolok gadget, n nunggu panggilan alam sampe jam 8an kurang. Naiklah kita bus jurusan Probolinggo – batangan (situbondo) dengan bayar 48.000 b2 kita pun sampe. Hehehe gw terpesona sama pengamen di bus ini..suaranya nyantai, musiknya ok…hadeeuuuhh pengen ngerekam tapi malu nyamperin. Sampe Jam 11 depan gerbang baluran, giliran gw yang berasa lapar…. N kali ini gw makan habis makanannya… cm 20rb untuk makan b2, kopi, teh manis plus 1 aqua besar. Murah euy…
Basa-basi yang lamaaaa banget sama petugas penjaga di baluran, jam 12an kita naik ke bekol. Hehehe atas kebaikan hati Pak Sukadi, kita berdua naik mobil dengan hanya membayar Rp.50.000 padahal klu pake motor aja berdua harusnya 60.000 :p n klu mobil harusnya sewa penuh. Makasih ya pak…cipok jauh ya pak.

(lanjutan kisah di baluran, nanti klu gw mood nulis lagi, n gambarnya emang rada g nyambung..krna gw emang g foto2 wktu acara cipok2an)

Rabu, 21 Desember 2011

ujung genteng di kala hujan (I)

Klu gw ditanya apa yang paling berkesan di trip ini ? gw akan langsung bilang “tawa” , ya tawalah yang paling banyak di trip kali ini…. Perut kram n air mata keluar karena tawa yang ga berenti-berenti. Bersyukur stiap kali nge-trip diberkahi dengan peserta yang berselera humor tinggi dan peserta yang selalu ceria.
N klu ditanya mengenai perencanaan trip ini, gw akan bilang ini trip ter-ribet n termepet yang gw n rekan2 rencanain, karena sebenarnya tujuan trip kali ini bukanlah ujung genteng tapi seharusnya ujung kulon namun sampai akhir batas waktu yang telah disepakati ternyata kita belum juga menemukan penginapan untuk di sana (semua penginapan yang memakai system barak dalam renovasi dan untuk yang system kamar hanya tersedia 3 kamar saja sedangkan peserta kita berjumlah 30 orang), dan rasanya berat klu harus menginap di handeuleum yang 3 jam perjalanan lagi atau berkemah di cibum dengan kondisi mck yang tidak memadai. Di saat2 mepet seperti itulah akhirnya muncul ide ke ujung genteng, nama sama2 ujung…yg satu di genteng yang satu di kulon…ya sutralah…ujung genteng lah kita pergi.

Hari 1
Jam 20.00 Rindha udah muncul di rumah, gw gelisah (kali ini gelisah beneran gelisah bukan gelisah : geli-geli basah)…. Tomo n rima ko belum muncul… sms dikirim, rima membalas, dia pun gelisah nunggu dari jam 18.30an n smpe jam segini tomo belum muncul juga…giliran bbm yg dikirim ke tomo sekarang, tomo menjawab dia nyaris sampe bogor. Penyakit ngomel kumat…dan tomo pun pasrah membaca bbm yg isinya Cuma omelan gw (mangap ya tom, ngertilah klu neneng geulis satu ini slalu ribet klu nyangkut masalah waktu penjemputan peserta). O ya, trip kali ini meeting point dibagi 2 (ini masalah timbul gara2 secara dadakan bus yang mau kita sewa naikin harga jadi kita batalin n akhirnya spakat pake elf, 1 mobil Bp. Kirman (big thanx to him, hhhggg Bapak yang satu ini bener2 selalu siaga membantu kita, makasih banget2..banget2 ya pak) dan 1 mobil gw) anak2 bandung n temen kantor smua meeting point di sukabumi, dengan catatan tmn kantor ngumpul di rumah gw di cicurug dengan tomo berperan sebagai driver; dan anak2 Jakarta berkumpul di MT. Haryono. Jalanan yang macet memaksa tomo dan rima naik ojek ke rumah gw (untungnya tuh macet udah masuk daerah cicurug - sukabumi), dengan panik mereka datang ke rumah gw dengan gembolan ransel n berita belum pada makan.. jadi dalam keadaan serba buru-buru, gw siapin makanan dalam food container secepat kilat. Bungkus2 selesai, kita langsung kebut jalan…dengan tatapan bengong dari ortu gw. Sms anak2 bandung bikin gw merasa bersalah karena 2 orang dari jam 8.15 dan 2 orang dari jam 9 sudah stand by (beneran stand dah di pinggiran) terminal sukabumi. Tomo bener2 merasa bersalah juga, dengan rasa lapar n rasa bersalah itu, mobil dipacu dengan kecepatan tinggi *brasa naik monster* dan untungnya jam 9.30 kita sampe tujuan. Setelah semua berada dalam posisi aman, kita melanjutkan perjalanan dan janjian dengan anak2 jakarta untuk bertemu di persimpangan sukabumi – cibadak – pelabuhan ratu yang artinya kita puter balik arah. Untuk mengisi waktu, gw lengkapi perbekalan berupa 3 dus aqua gelas dan 1 botol minuman energi buat tomo.jam 10 kita sampai di persimpangan jalan itu, tomo dan rima melampiaskan rasa laparnya dan anak2 melakukan pengurangan daya tampung perut (pipis2) dan sebagian tiduran di mobil. 10.45 or 10.30an merekapun dateng, peluk cium..salam2an terjadi, gw yang duduk di kursi belakang tetep mojok mogok kluar… hehehe biasa klu lagi ga fit n lemes, malas gerak. Emang trip kali ini gw lagi flu berat dari beberapa hari sebelumnya kondisi lg drop terus, ortu sempet marah karena gw maksain tetep pergi, karena bagi gw..janji adalah janji, apalagi ini trip gw yang pegang, klu kaki masih bisa dipake jalan, gw pasti nepatin janji trip gw.

Hari 2 curug cikaso dan cigangsa
skitar jam 3 subuh kita udah sampe di masjid daerah Jampang Surade, sempet terjadi miss understanding karena difikir kita akan langsung ke ujung genteng, mobil 2 (mobil Bp. Kirman) sempet melesat ke arah ujung genteng, gw yang tiduran di kursi pojok paling belakang, ga nyadar arah karena terus terang otak pun cuma stengah jalan mikirnya.. Tomo sempet bertanya : “kita makan pagi n trip pertama dimana ?” . gw jawab :” curug cikaso”. Tomo diem n bingung sambil terus ikutin mobil 2, dia tanya lagi hal sama, gw jawab lg… terus dia telp fidho rika (PIC mobil elf, hehehe gw sebut mentri keuangan karena dia yang pegang duit), terus ga jelas ngomong apa…n tanya lagi pertanyaan sama yg gw jawab dengan kompak oleh anak2  bagaikan group paduan suara :”curug cikasoooo”, n gw tambahin kalimat : “1x tanya lagi gw lempar pake bantal lu”. Diiringi tawa anak2. Tomo bilang : “tapi itu mobil ke arah ujung genteng”. Gw yang lagi nungging tiduran sok asik, langsung duduk n bilang, telp suruh balik arah. Entah siapa yang kasih info, akhirnya semua balik arah. Jam 4.30 kita sampe di pesantren yang masih daerah jampang surade, semua turun untuk bersih2 dan sholat subuh.sempet kenalan dengan 2 peserta WNA kita yang dari Belanda : Shirley n mbak dian. Selesai dari situ, kita langsung menuju curug cikaso.

 Hujan gerimis gondrong (dibilang hujan kurang gede, dibilang gerimis ko lebat) bikin kita nongkrong di warung sambil ngobrol2, ngopi2 n ngemil2. anak2 mulai berinteraksi dengan cara saling ledek dan ketawa2… bahas batang *hhhgggghh pagi2 dihiasi omongan nyaris mesum* pisang, kayu dll, bahas kisah cinta jamrong (ramdan) dan mariam (susan), bahas vikki yang mau diangkat sebagai…..(jangan fikir sebagai anak angkat ya, karena siapapun yang mau angkat vikki sebagai anak angkat, pasti orang itu bener2 dalam keadaan tidak sadar)….satpam oleh pak Kirman. :p dll bikin para peserta yang sebagian belum saling kenal langsung akrab, peserta kali ini total dengan gw jadi 29 orang. O ya, tiket masuk curug cikaso @Rp. 5000. Akhirnya gerimis bosan juga turun ke bumi, n kita putusin untuk langsung jalan. Air sungai bagaikan gumpalan air bah, coklat dan berarus ga memungkinkan kita untuk menumpangi perahu, akhirnya kita berjalan menyusuri pesawahan dan pinggiran sungai ditemani oleh 2 orang penduduk lokal yang kemudian sangat membantu kita karena jalanan sangat licin dan becek (untuk guide di sini kita bebas kasih berapa aja tapi yaaaa…kira2 lah). Hehehe dan jalanan akhirnya berhasil makan 2 korban, yang pertama adalah mbak rita yang Sukses mendarat dengan pantatnya kemudian susan yang ga mau kalah ikut mendarat dengan bagian pantat dan diteruskan dengan punggung dan kepala (untung pelan mendaratnya) diiringi tawanya yang selalu ceria. O ya, setelah di kiluan kemarin dia mendapat panggilan mariam, di trip kali ini nama dia berganti lagi jadi oneng :p

Subhanallah…itu aja yang bisa gw ucap begitu melihat curug cikaso, curug yang dulu pernah gw kunjungi dengan air terjunnya yang anggun indah dan kolam di bawahnya yang sejuk, kini bagaikan tumpahan air dari langit yang murka, coklat dan bergemuruh. Buih airnya begitu kuat membuat kita tidak bisa mendekat…angin yang bertiup kencang membuat seluruh pakaian peserta trip basah tanpa harus menyentuh air. Sungguh luar biasa air terjun ini… air bergejolak dan angin yang bertiup membuat kagum… tak banyak yang bisa kita lakukan selain berfoto2 dan melihat dengan takjub air terjun cikaso, dan curug cikaso kita akhiri dengan makan pagi di warung pinggirannya.

Setelah berganti baju, kita pun melanjutkan perjalanan menuju curug cigangsa. Tiket/retribusi Cigangsa lebih murah yaitu @Rp.2000. Di cigangsa, pemilik warung makan yang sudah kita booked untuk menyiapkan makan siang mencegat dan meminta kita untuk memakai jasa guide, hal ini dia sarankan karena curug cigangsa (pun) debit airnya sedang sangat2 besar. Halah #tepok jidat. Dengan diiringi gerimis ringan, kita berjalan. Tak ada complain tak ada sedih, semua tetap tertawa..berjalan perlahan menyusuri pesawahan kembali….

Pemandangan indah menemani, air yang biasanya bening, terlihat coklat dan meluap…. Pemandangan yang seharusnya tenang dan hijau berubah dihiasi dengan pemandangan air yang sepertinya siap melahap apapun yang ada di depannya…suara air terjun yang biasanya tenang terdengar sangat bergemuruh….  Setelah puas berfoto2 kita kembali ke warung makan, di sana kita bercanda dan beristirahat dan sebagian mandi2 dan bersih2 termasuk gw.

Setelah makan ( o ya di sini nemu 2 sambal aneh…namanya sambel combrang…hhhmm lezat banget) dan sholat Dzuhur, perjalanan pun kita lanjutkan ke Ujung Genteng.

Rabu, 07 Desember 2011

pelayanan yang bikin gw ngerasa aneh n bingung

Kemaren gw ke kantor sebuah maskapai penerbangan untuk mencari disc tiket pesawat untuk teman2 segerombolan, n terjadilah sesuatu... sesuatu yang bikin gw berfikir ke belakang....gw bingung hal tersebut sering terjadi....kenapa ya pelayanan ke seseorang akan menurun drastis begitu orang yang dilayani ternyata menanyakan promosi yang berlaku, menanyakan harga disc or mau mengaktifkan pelayanan gratis karena voucher or apapun ?! yang tadinya tersenyum...langsung mengkerut, yang tadinya ramah becanda...langsung irit bicara. Hhhhmmmm... (mikir sambil garuk2 jenggot orang), padahal klu difikir-fikir, dengan mengambil harga disc., promo or apapun itu, kita kan ga memotong gaji dia ? kita kan ga bikin perusahaan tempat dia kerja bangkrut, kita kan ga bikin dia or nenek moyangnya menderita ? toh promo itu berlaku atas kebijakan perusahaan tempat dia kerja yang dia sendiri ga tau penyebab terjadinya promo tsb n tugas dia kan cukup melayani dengan baik. Belum tentu juga orang yang ngambil barang promo or disc itu ga mampu bayar harga normal... Intinya dengan mengambil harga promo kan tetep aja kita membuat perusahaan dia mendapat penghasilan n tidak menyakiti dia. Aneh sungguh aneh....aneh n bikin bingung...adakah yang bisa bantu ngejelasin ke gw ? maklum gw kan ora mudeng opo2 (hihihi bahasa jawa comot sana-sini)

Kamis, 01 Desember 2011

Vietnam….the craziest n the funniest trip ever


Sebenernya gw sama sekali ga pinter bikin cerita pake tulisan, smua perjalanan gw ga ada yg gw tulis kcuali cp n nama tempat aja, tapi kali ini dengan sedikit terpaksa gw belajar buat nulis ni cerita, buat kpuasan yang nanya2 karena ternyata cape juga klu ditanya2 n jawab berulang2 hal yg sama.

Cicurug – Bogor - Jakarta
Dimulai dengan hari sabtu 19 nov 2011 yang sibuk karena belum packing, jam 10 akhirnya gw siap n langsung berangkat menuju bandara via Bogor. Sebelum berangkat gw dah janjian sama Rima untuk nyerahin CD foto2 trip kiluan lampung.
11.30 serah terima cd berlangsung, n gw langsung cabut ke bandara dengan bus damri seharga Rp.35.000. jam 14.00 gw udah sampe di bandara terminal 3 (semua penerbangan airasia baik domestic maupun internasional semua dipindah ke terminal 3 per.17 November 2011). Orang pertama yang gw temuin adalah Dini Lintang Asri (lintang), dia datang dari Semarang untuk join trip ke Vietnam. Ngobrol-ngobrol sambil ngecharge hp nunggu 2 orang temen yg juga mau ikut trip ini di pinggiran terminal 3 tiba2 jam 14.30 bbm gw bunyi ternyata chaerina (Rina) yg nanya lokasi kita, belum sempet gw bales, eh dia telpon..dia tanya lokasi kita n segera nyusul ke tempat ngumpulnya gw n lintang dengan membawa berita Gemi ga bisa masuk ke dalam terminal karena dia ga bawa boarding pass… Untung aja gw dah siap dengan semua boarding pass temen-temen yang mau join. Jadi gw keluar terminal n jemput Gemi untuk masuk ke terminal 3. Setelah makan, minum n sholat, jam 16.35 tepat kita berangkat meninggalkan Jakarta menuju ho chi minh city. Di pemeriksaan imigrasi Soetta sempet bermasalah, gw yg di paspor ga pake kerudung n ga pake kacamata, agak lama diperiksa, sempet disuruh lepas kacamata… n petugas senyam-senyum ga jelas. Eh pas pemeriksaan barang-barang kembali kita kena masalah, kali ini dini lintang *hehehe aslinya dia emang niat banget bawa teh kotak ke Vietnam, katanya pengen coba minum teh kotak di Vietnam :p hehehe keinginan yang aneh * tasnya dibongkar, tapi untungnya tuh teh kotak ga ketauan..selamat sampai ke Vietnam.


08.10 akhirnya qta mendarat dan selesai urusan di bandara.

HCMC hari ke-1
Bandaranya ga seluas soetta kayanya tapi bersih dan baru *ppssttt info tambahan, pas datang petugas imigrasinya cakep-cakep booo* n seperti kejadian di soetta, di imigrasi hcmc pun pemeriksaan passport gw paling lama..n tanpa disuruh, gw lepas kacamata, petugasnya senyum-senyum juga, halah…kenapa begini sih ? kemaren2 aman-aman aja.Pas keluar bandara sempet bingung juga pas cari taxi di sana karena ga ada antrian jelas n counter taxi-nya. Jadi dengan memberanikan diri, kita bertanya ke petugas, n petugasnya sama sekali ga ngomong Cuma ngasih isyarat untuk ikutin dia…di sana dia langsung ngomong sama seseorang berseragam, n ga lama dari situ…munculah taxi vinasun yang kita tunggu-tunggu. O ya, selalu bawa alamat penginapan or tempat tujuan kita karena sopir taxi di sana ga bisa ngomong inggris, jadi cukup tunjukan tulisan alamat n anda selamat. N ingat pula untuk memilih vinasun or mei linh, n selama di sana kita selalu pake vinasun n 1 lagi, vinasun ada palsunya, menurut info dari sopir taxi di hari terakhir yang kita temui yg sedikit berbahasa inggris, vinasun asli bernomor 38 27 27 27 (gw ingetnya cm depannya dimulai dengan 38) n yang palsu 58 xx xx xx, yang palsu ga punya radio panggilan dan ga ada nomer seri taxi mobilnya (si bapak sopir taxi hari terakhir yang asik itu klu ga salah no.nya 1980 atau 1890 gitu deh, tuh orang top banget lah..asik, sayang ga inget namanya, habis sulit banget).
30 menit kita sampe di penginapan kita di daerah distrik 1 bayar 135.000 dong bersihnya (plus biaya taxi airport), kita nginep di thanh guesthouse kebagian di lantai 3, bersih tempatnya, lumayan luas (tapi ga seluas di dalat n di mui ne) tempat tidurnya 2 single n 1 ukuran double seharga 21.60 tapi pada kenyataannya kita bayar 2.1 usd sebagai dp pake cc waktu di Indonesia n 469.000 dong pas kita keluar. Di guesthouse ini tersedia wifi jadi enak lah bisa update2 status, bbman dll tapi sayangnya yang jaga penginapan sama sekali ga bisa bahasa inggris, jadi pas hari terakhir dia panggil orang dulu, yang jaganya cewe, aga heran Karena harusnya yang punya itu namanya Antoni n itu udah pasti cowo.
Jam 10.00 kita keluar untuk cari benh Thanh market n cari sihn tourist.Shin tourist yg asli itu letaknya di depan café yg ada gambar bantengnya..(ga jauh dari situ deh).
Ni gambarnya…di kejauhan foto yang bagian belakang tuh ada café yg gambar banteng, nah itu tinggal ke sebelah kiri dari foto letak shin tourist (sorry gambarnya kabur, lupa nyalain VR- dikameranya :p )


Di Benh thanh market kita belanja2 beli tempelan kulkas dll n makan di sana (g ngerti dah itu yg gw makan halal or ngga secara kita bilang no pork yg jual ngangguk n blg chicken n beef, tp ko rasanya gurih banget ya?!  hehehe mudah2an gpp kan ga tau juga). Gemi sempet beli durian di sana, hadeeuuuuhh baunya ni duren luar biasa dah…gw ampe pusing n ga mau deket2 gemi sampe diketawain sama penjual di situ, sumpah dah…baunya nyengat banget2. di Shin tourist kita beli tiket seharga 640.000 dong untuk 4 orang untuk berangkat ke dalat jam 8 pagi, petugasnya bilang supaya datang ke situ jam 07.30. Jalan-jalan hari pertama diakhiri jam 12.15. pulang ke penginapan kita langsung tidur, dengan formasi, gemi+lintang 1 tempat tidur, gw sndri n rina sendiri pula.

HCMC hari ke-2
Pagi-pagi jam 7 kita sarapan di depan gang penginapan dengan ngabisin dana 120.000 dong. Gaya jongkok makan pho, pho yg ini lebih enak lho dari yg benh thanh.. n petualangan dimulai sudah dari hari ini… pada hari ini akan ketauan klu rina ternyata pecandu pepsi yang selalu terlihat sakau klu lihat gambar pepsi diskon (“gile rik, murah Cuma 6000 dong…” or kalimat yang paling sering dia bilang : “erikaaaa, gw pengen pepsi” dengan gaya merengek) n penyakit belanja dia (“gile ya hari ini gw ga belanja”, “aduuuh erikaaa, barangnya murah-murah”), or penyakit lintang yang gampang banget bilang “chikok, gw lapar” or “chickok, makaaan” setiap 2 jam n gemi yang hobby banget jalan loncat sana, loncat sini, naik sana naik sini, tengkurap sana sini, joget-joget, nari-nari di jalan.. ngeri nyenggol dagangan, ngeri kesenggol kendaraan umum dll (klu dia hobby bilang “tengka ngitung duit mulu, hutang mulu, nagih mulu” secara gw yg nulis n hitung semua pengeluaran selama di sana n dia juga kecanduan teh Vietnam yang namanya Cha, kemana-mana yang ditanya adalah cha, cha n cha).. fiuuuhhh….ngeri banget ni orang-orang.hahahaha….bener-bener kelompok aneh (termasuk gw yang di hari-hari akhir terserang sakit gigi n ngomel-ngomel parah).

Dalat Hari ke-3
Balik ke cerita perjalanan, hcmc – dalat gosipnya butuh waktu 6 jam, tapi nyatanya butuh 8 jam 10 menit untuk bener-bener sampe dalat. Karena ada 2 kali istirahat yang masing-masing dikasih waktu 40-50 menit plus 1x istirahat extra karena tiba-tiba ada penumpang pengen pipis, jadilah berenti di entah berantah n pipis di semak-semak..,hahaha serasa ngebackpack di negeri sendiri. Pemandangan menuju dalat cukup Indah apalagi klu dapat duduk di sebelah kanan, banyak jurang dan hamparan kebun kopi dan sawah yang Indah, rumah-rumah yang mayoritas berpintu depan menggunakan kaca-kaca, sepertinya orang Vietnam senang banyak cahaya masuk ke rumah, selain pintunya di dominasi kaca, jendela rumahnya pun  berjumlah banyak. Demam nikah di tanggal unik pun sepertinya melanda Vietnam, tgl 20-11-2011 itu lebih dari 20 pesta pernikahan yang kita lewati, dan uniknya di pernikahan Vietnam ini, semua berhiaskan kertas krep…lucu kaya ulang tahun gw waktu masih TK :p. di perjalanan ini gw sempet kehilangan hp gw, yang bikin gw sangat panik… tapi ternyata tuh hp gw masukin ke kantong plastik makanan n ditinggal di bus, untung busnya aman (bus shinh tourist bisa dibilang aman karena penumpangnya juga sama-sama turis).

Eh satu lagi tambahan info, pom bensin di sana beda banget sama pom bensin kita yang terlihat bagus, di sana pom bensinnya cukup kaya tempat parkir kecil..mobil berjejeran gitu… n yang lebih aneh lagi, gw sempet lihat pom bensin yang samping-sampingan dengan bengkel las ! tiba di Dalat jam 4.10 menit, kita terpesona oleh pemandangan danau yang indah di tengah kota n suhu udara yang dingin…pemandangan penuh bunga dan kota yang bersih, jalanan di sini pun luas, gw pribadi jatuh cinta sama ni kota…ga rugi ngabisin waktu 8 jam 10 menit. Tiba di sana kita langsung ke guest house terdekat, meskipun kebagian kamar di lantai 5 (hadeeuuh tangganya sungguh tidak berperikeranselan, pegal dah tuh punggung), kita tetep ambil tuh kamar, selain karena kamarnya gede, murah, ada air hangat n bersih, tuh pemilik guest house berbahasa inggris :D dan baik banget dengan kamar berisi 3 tempat tidur seperti di hcmc dengan ukuran kamar lebih luas seharga 12$/room (semua biaya yang gw sebut di sini adalah biaya untuk 4 orang ya, eh dah dibikin dong dapet disc. Jadi kita cuma bayar 250.000 dong), di dalat kita tuker pasangan ni, gw tidur berdua rina, gemi n lintang masing2 tidur sendiri2. Nama guest housenya nha nghi hang nga (susah banget ni namanya, tp recommended deh, pemiliknya bener2 sangat membantu kita walaupun guesthousenya terlihat tua, klu butuh no.nya nanti gw share deh).o ya, jangan lupa baju hangat di dalat karena dalat sejuk banget, terutama malamnya. Malam-malam kita habisin dengan mengunjungi pasar malam dalat dan foto di danau.Makan malam berupa seafood dengan bentuk aneh n nasi (kita pesen 4 tapi Cuma dapet 1 piring isi nasi ketan, mahal pula, mau protes juga susah ngomong karena mereka ga ngerti bahasa inggris). Di Dalat banyak banget yg jual rajutan dengan harga baju 90-150ribu dong, topi dengan harga 45-55ribu dong dan syal harga 35ribu dong dan pashmina dengan harga 90rb dong. Kita makan di tintin café yang rasanya pizzanya sungguh nikmat, makanan Italia dengan citarasa Vietnam, dengan menu 1 pan pizza yang large, wine n 3 lemon ice tea kita habisin dana 230.000 dong
Tgl 21 (paginya) kita ambil tour seharga 10$/person untuk menuju tempat wisata di dalat, karena kita harus mengejar bus ke mui ne yang katanya berangkat jam 12.00 jadi kita ambil tour dgn super singkat. Tujuan pertama adalah Summer Palace of the last emperor of Vietnam – bao Dai harga tiketnya 10.000 dong/orang.  Ini adalah foto ruang tengahnya kayanya..dengan para kurcaci yang hobby banget nangkring buat difoto :p

Sempet foto-foto dengan kostum putri-putrian dengan harga perkostum 15.000 dong dan harga perfoto 20.000 dong/foto.
Dari situ kita langsung menuju Buddhist meditation monastery & paradise lake tapi kita minta berhenti di tempat naik cable cart yang tiketnya berharga 50.000 dong/orang. Cable cartnya seru karena ada bagian yang sangat curam banget n buat yang takut ketinggian, mending ga usah naik dah. Klu gw sendiri sih sangat seneng banget naik ni cable cart.

N setelah kesenangan cable cart berakhir…kita disuguhi pemandangan indah yang luar biasa.. ni sebagian fotonya

Dari pagoda itu, kita langsung menuju ke prenn waterfalls dengan harga tiket 10.000 dong/orang, n berdasarkan baca-baca blog orang, kita mutusin naik rollercoasternya..serruuuuuuu….ke air terjun dengan naik rollercoaster, kita beli tiket pp seharga 40.000 dong/orang. Gw yang emang seneng banget sama hal-hal kaya gini milih naik di depan tapi tetep pegang kemudi yang letaknya di bagian aga belakang (harusnya orang yg dibelakang yang pegang kemudi tapi karena rina gampang panik n ketakutan, ya udah..gw pegang), beberapa kali rina teriak ketakutan n itu bikin gw tertawa puas..hahaha tapi ga tega juga sih klu anak orang sampe kenapa2, jadi gw rem dikit-dikit.
ni penampakan roller coasternya... ada gemi n lintang yang nangkring
Perjalanan terakhir kita adalah menuju valley of love, kali ini tiket sama 10.000 dong/orang, hiks…sedih banget yang satu trip ini cewe semua, ga ada cowo yang bisa dijadiin percobaan ngikutin adegan para patung-patung n gambar-gambar di valley of love ini….hiks…

Pemandangan di sini pun ga kalah keren dengan di temple tadi.
Nah karena kita mepet dalam hal waktu, dari situ kita balik ke penginapan.. n maksain makan siang dulu, karena kita makan siang lah ampe bikin pemilik penginapan ngiter nyariin kita karena busnya udah datang (top banget ni orang hahhahaha baik banget). Bus yang jemput kita n bus yang bawa ke mui ne ternyata beda, kita disuruh naik bus biru yang kondekturnya sexy :p yang ternyata Cuma bertugas ngumpulin penumpang n ngumpulin duit n habis itu dia turun.

Mui Ne hari ke-4
Perjalananan Dalat – Mui ne butuh waktu 5 jam dan jalannya bener-bener ancur-ancuran dah, apalagi gw yang duduk di bagian belakang, ampe lompat2 mentok atap bus. Tapi klu soal pemandangan…wuiiiiihhhh kereeeeeenn…1 jam pertama membosankan, masuk ke jam ke-2 sampe 4, bagus. Kanan kiri ok pemandangannya tapi pemandangan yang panjang n indah adanya sebelah kiri bus..yang kanan Cuma dikit tapi walaupun dikit..indahnya bener2 dah. Harga tiket Dalat – Mui Ne 480.000 dong or 120.000 dong/orang.

Sampe mui ne kita langsung dapat penginapan di deket tempat pemberhentian bus terakhir, berkat hom (orang lokal yang banyak ngobrol sm gemi n lintang, karena begitu sampe gw langsung sholat n bersih2). Kamarnya luas, bersih dan masih baru, dengan 3 kasur sama seperti kamar2 kita sebelumnya tapi kamar di sini lebih luas, permalam kita kena 16$. Makan malam di Mui Ne kita pengen bermewah-mewah dikit jadilah kita habisin uang sebesar 600ribu dong dengan menu gurita kecil yang dimasak dengan gaya steamboat n ikan yg gw gat au namanya yang dimasak dengan dibakar pake alumunium foil sungguh nikmat plus nasi). Malam-malam, kembali kita jalan-jalan n kalap belanja karena merasa uang masih banyak n barangnya murah banget. Kekalapan dibalas dengan uang yang dikeluarkan sebesar 2,14 juta dong untuk kita ber-4. parah ni klu penyakit ke-ibu2-annya pada kumat. Pagi-pagi jam 4 subuh kita dah siap untuk ikut tour seharga 50$ (karena kita pake 1 mobil ber-4) trip pertama adalah lihat sunrise di white sand dune, tapi ternyata cuaca berawan. Kekurangan melihat sunrise dibalas sangat setimpal dengan indahnya pemandangan di white sand dune yang luar biasa.


Dari white sand dune kita langsung menuju yellow sand dune, tapi pemandangan di sini ga secantik di white sand, jadi gw ga begitu semangat foto-foto, ditambah lagi dengan angin besar yang terus-terusan bertiup, bikin rasa sayang gw terhadap kamera ngalahin segalanya. Tapi cukuplah foto yg gw ambil
Dari yellow sand kita sempet berhenti di pelabuhannya n ambil beberapa foto dan langsung terus ke fairy streamnya.

 O ya, jangan mau ambil guide di situ, klu ada anak2 yang ngikutin tolak aja, karena di sini kita dipaksa diminta 400rb dong padahal jalannya deket n tanpa ditunjukin pun kita udah pasti nemu jalannya (orang Cuma 1 jalan aja), tapi setelah ngotot2an mereka mau juga dibayar 100rb dong. *klupun mau pake guide, pastiin dulu harganya ya*. Tour selesai jam 9 lewat dikit (bentar sih…tapi ya emang Cuma segitu, pantainya sendiri menurut gw biasa aja, n kita ga ambil tour snorkeling n ke pulau karena kita harus balik ke hcmc n ngejar pesawat pulang).

O ya, biasanya kita kasih tips buat sopir yang antar kita itu masing-masing 50.000 dong (itu info dari yang punya penginapan di dalat, umumnya segitu cukup). Sampe di penginapan, gemi, lintang n rina langsung pergi jalan-jalan untuk belanja lagi n ke warnet untuk web check in, sedangkan gw yang ngerasa kepanasan n mulai sakit gigi, lebih milih di kamar aja, mandi..beres2 , ngenet n bbm pake wifi. Hom bilang, dari Mui Ne ke hcmc Cuma perlu waktu 4 jam n dia bilang jam 17.30 kita udah bisa sampe di hcmc. Dan di sinilah masalah timbul.

Hcmc  Hari ke-5
Ternyata perjalanan yang janjinya berangkat jam 1.30 dimulai jam 14.00 ditambah waktu menjemput tamu-tamu yang super lambat (kita pakai sleeping bus dengan harga per.orang 10$) busnya keren n bagus tapi itulah, telat. Jalanan pun ternyata macet dengan banyak truk2 container yang lambat…spanjang jalan yang dihiasi sakit gigi dan kepanikan karena takut ketinggalan pesawat bikin gw diem bener2 diem. Pertanyaan dari temen-temen yg ga berenti2 banyak gw jawab dengan diam n anggukan kepala aja…memikirkan alternatif apabila kita ketinggalan pesawat. Dan ketika akhirnya pertanyaan itu muncul, gw langsung jawab.
Gemi : “tengka, gimana klu kita ketinggalan pesawat?”
Gw : “ya gw udah perkirain bakal kaya gitu, kita pake kartu kredit gw, limitnya cukuplah buat beli tiket b4, soal praktek nanti pas di hcmc kita tunggu aja sampe kejadiannya”. Abis itu gw diem lagi sedangkan anak-anak itu kembali berceloteh n ribut ngehayal sambil ketawa-ketawa ga jelas. Turun bus kita langsung nyamber taxi vinasun yang kebeneran lagi ada di situ. Gw dengan buru2 bilang “please take us to the airport as fast as you can” yang dijawab dengan pandangan bengong n “airport ? “. Dengan nada lokal yang kental. Dan seperti perkiraan gw…dia ga ngerti gw minta cepet…dengan santainya dia malah telp2an pake hpnya….parrraaaaahhhh…. *perlu diingat, kcepatan di kota max 40km/jam* dan sampailah kita di airport jam 8.00 yg kemudian dengan bengisnya petugas airasia bilang : you are too late. Ketika kita maksa dengan menyebalkannya dia bilang : “ even for boarding pass holder”. Kamfreeettt…padahal di papan pengumuman itu masih ditulis last check in.gw g mau cape lagi debat n tanya kapan jadwal ke Jakarta n ternyata ga ada jadwal ke Jakarta besok, adanya hari kamis, mampuslah gw…cuti minus n boss pasti marah besar, baik boss kantor n boss rumah (ortu). keluar dari airport kita bengong depan tuh papan n berdoa bersama semoga tulisannya jadi berubah delayed tapi ternyata doa bersama itu tidak dikabulkan…hiks… 8.30 kita menuju tempat taxi.. menunggu 45 menit bikin darah gw naik, gw marah ke petugas vinasun sambil bilang : “hei we already wait for 30 minutes n u asking us to wait again ?! “  gw marah karena yang datang di belakang kita malah dikasih taxi duluan, apa karena tampang kita yang dekil jadi kita dicuekin or karena kita ga ada tiket, padahal dari awal gw dah tanya ke dia dimana beli tiket itu tapi dia Cuma bilang “wait here”. Setelah akhirnya dapat taxi, kita langsung menuju tempat penukaran uang, kita sepakat menukarkan uang 100usd jadi senilai 2.102.000 dong untuk biaya kita ber-4 dan resmilah kalimat “hemat beib” jadi motto kita. Dari situ kita langsung makan, ke warnet cari tiket pulang n tidur. (Ada beberapa kejadian apes ajaib juga yang nimpa kita ketika mesen tiket, kamfreetttt…rugi berlapis2 judulnya, yang bikin kita miskin untuk 12 bulan ke depan). Karena kemaleman akibat kelamaan booking n cari tiket pulan (akhirnya spakat ambil tiket jetstar yang transit di Singapore), jadilah kita menginap di hotel yang menyediakan jasa warnet itu, *sigh* mahal pula…26$ untuk b4, tapi setelah ditawar2 jadilah 22$ dengan 2 tempat tidur single. Hari terakhir jadilah tidur tempel2an dengan system tidur nungging satu orang jatuh.

HCMC hari ke-5
Sigh… dan atas nama penghematan pula kita sepakat besok bangun jam 10.00 supaya tidak ada makan pagi tapi langsung ke brunch. Dasar mata yang ga bisa diajak kerjasama, jam 07.00 kita udah bangun…ga bisa tidur, tema lapar berkumandang pula. Hehehe kepaksa pake taktik mandi yang diperlama. Hahaha….jadi mau ga mau pada nunggu pula. Nah jam 10 pagi kita keluar, titip tas dan segalanya di resepsionis n melakukan pembayaran dalam bentuk dong jadi 462.000. lihat promosi di pizza hut, kita langsung nyelonong masuk… dan ternyata..belum buka. Wkwkwkwk…dasar kelaparan, tulisan closed di depan aja ampe ga kebaca..terpaksa keluar lagi dengan senyam senyum dari pelayannya. Putar puter di sekitar distrik 1 ampe ke pasarnya, akhirnya kita putar balik lagi ke pizza n Sukses makan tuh pizza ngabisin dana 250.000 dong (ya klu dihitung2 biaya makan pagi 150rb+siang 150rb, hemat lah segitu :p, orang miskin yg belagu emang kita ni :p). Habis makan, bingung mau ngapain, secara pesawat yang akan bawa kita ke Singapore itu jam 07.15 malam, akhirnya kita mutusin jalan-jalan ke katedral, post office, gedung opera dan terakhir nonton water puppet show. Jalan kaki yang bikin kaki bengkak2 berkonde pun kita lakuin…dengan dana minum yang dibatasi, karena persiapan biaya tak terduga nanti malam. Jam 17.30 water puppet selesai (berbeda dengan yang orang bilang, gw lumayan nikmatin ni show, dengan harga tiket 6$, asik..ini duit dolar lintang yang dikeluarin akhirnya).

Dari situ kita cepet2 naik taxi karena trauma ketinggalan pesawat lagi. Untungnya ketemu sopir taxi yang baik, ngerti bahasa inggris tapi ngomongnya ga bisa. Sempet ngobrol n ketawa-ketawa n dia ikut panik juga karena macet, ga tega sama kita. Dia antar kita ke penginapan n terus ngebut lagi ke bandara..spanjang jalan banyak klakson dia bunyiin. Sopir yang ini kita kasih jempol empat lah… ternyata kita selamat sampai bandara, perut yang laper akhirnya mengantar kita ke lounge airport, tanpa lihat harga kita pun pesan makan malam kita. Gw yang terakhir lihat daftar harga bengong, ngelihat temen2 yang udah dengan santainya mesen makanan… gw lihat harga yang tertera makan 8-9$ n minum 3$. Hiks…total gw hitung 47$ terus entah biaya apa jadi total 52$ gw ambil hp n hitung 52x21.000 aja udah sejuta lebih, sedangkan duit sisa tinggal 750.000 dong. Mangfus lah mangfus… pas saatnya pembayaran (makan buru-buru karena waktu dah mepet, sialannya ternyata jamnya mulur, ga kaya airasia yang tepat banget2, tau gitu tadi makanannya gw habisin n cerna dengan baik, udah mahal terlantar pula tuh makanan), akhirnya minta dibayar pake dong n dolar, n ternyata ga masalah…jadilah kita bayar 750.000 dong plus 12 dolar. Jadi total duit di tempat gw nol (eh ternyata ada nyempil 1000 dong baru :D lumayaaan oleh2).

Singapore Hari ke-6
Mendarat di Singapore jam 12.10 malam, hhhggghh MRT udah ga ada, n kayanya buat jalan naik taxi sayang, meski ada hasrat untuk keluar bandara demi cap dari imigrasi.hehehe…tp demi penghematan akhirnya ditahan juga (akhirnya ga hemat juga karena gw tertarik buat beli perfume di free duty yang ngabisin duit 78S$). Nunggu waktu selama transit akhirnya kita gelar tubuh di prayer room, tadinya tuh ruangan hangat tapi apesnya ko ternyata makin malam makin dingin…salah tempat, tau gitu tidur di terminal C-nya..ada kursi buat tidur n hangat karena dikasih selimut. Jam 5.00 kita bangun n pindahan, jalan-jalan n nahan diri buat sarapan..toh nanti juga dikasih makan or minum n kayanya nahan ampe jam 9 kayanya kuat. Nanti di Indonesia baru puas-puasin makan. Jam 7.30an kita berangkat, bodohnya gw, gw tertidur pas dibagiin roti (kayanya dibagi roti deh, soalnya orang-orang makan roti tapi kita ngga, kayanya kita semua tertidur pas bagian bagi roti, payah ni) n Cuma terbangun pas bagi minum air putih, dam*. Jam 10 kurang masalah terlantar terselesaikan. Hehehe mendarat di Indonesia, langsung menuju tempat makan n hinggap di solaria.selesai makan, kita cari tiket buat lintang untuk pulang ke semarang… dengan perjuangan berat bolak-balik di bandara soetta akhirnya lintang dapat tiket hari jumat siang. Dan gw pun balik via bogor pake damri dengan banyak masalah menanti di kantor dan rumah. Hhhggg tapi ini perjalanan luar biasa karena kebersamaan dan kekompakan bener-bener sangat berperan di sini. Ga ada kata salah-salahan or tangis-tangisan, kita enjoy n ketawa-ketawa meski banyak masalah… thanks ke semua temen yang udah percaya gw sebagai pemegang duit n algojo :D thanks buat kebersamaan dan kepercayaannya. Love u all..see u in the next trip ya…lokal or internasional.
ni tambahan beberapa foto favorit gw :